NTB Perkuat Tracing dan Testing di Pintu Masuk, Antisipasi Covid-19 Varian Omicron

0
H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – NTB memperkuat tracing dan testing bagi pelaku perjalanan di seluruh pintu masuk untuk mengantisipasi Covid-19 varian B.2.2.529 atau Omicron. Covid-19 varian baru yang disebut-sebut berasal dari Afrika Selatan ini dapat menular dengan sangat cepat.

Varian ini juga mempercepat penurunan daya tahan tubuh bagi yang terinfeksi hingga menyebabkan kematian. Bahkan, varian Omicron ini dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19.

‘’Intinya kita perkuat tracing dan testing. Ketika ada kasus positif, langsung kita deteksi. Intinya di sana kewaspadaan itu, di sampang penerapan prokes,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 29 November 2021.

Fikri mengatakan, NTB meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya varian baru Covid-19 Omicron. Menurutnya, varian baru Covid-19 tersebut muncul akibat masih rendahnya capaian di Afrika Selatan. Sehingga memicu terjadinya mutasi gen virus Covid-19 ketika orang terpapar yang belum divaksin.

Berdasarkan paparan dari Kemenkes, sekitar 99 persen orang yang terpapar Covid-19, belum divaksin. NTB sendiri, kata Fikri, terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Ditargetkan debelum HUT NTB ke-63 pada 17 Desember mendatang, capaian vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 70 persen.

Dari sisi tracing dan testing, Fikri mengatakan NTB termasuk yang cukup tinggi di Indonesia. Rata-rata tracing dan testing yang dilakukan pada setiap kasus positif Covid-19 di atas 20 orang kontak erat. Sementara rata-rata nasional masih di angka belasan orang.

‘’Tracing dan testing kita perkuat di pintu masuk sangat penting. Ketika ada kasus positif, kuncinya tracing dan testing,’’ tandasnya.

Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19, Pemerintan Pusat menerapkan PPKM Level 3 dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Upaya itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penularan Covid-19. Tujuannya, jangan sampai kebebasan sesaat ketika Nataru menyebabkan kasus Covid-19 kembali naik. Akibatnya akan berdampak buruk bukan dari sisi kesehatan saja tapi perekonomian jadi tidak berjalan. (nas)