Lobar Naikkan Target PAD Rp7 Miliar

0
Situasi kawasan wisata Senggigi yang ramai saat WSBK beberapa waktu lalu.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Meski target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat (Lobar) di tahun ini tak tercapai 100 persen, namun target PAD tahun depan tetap meningkat, dari Rp 293 miliar menjadi Rp 300 miliar lebih. Hal itupun sudah menjadi kesepakatan Legislatif dan eksekutif saat rapat KUA-PPAS APBD 2022. Kenaikan PAD sekitar Rp7 miliar lebih itu diharapkan dari dampak perhelatan MotoGP tahun depan.

Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha menilai peningkatan target PAD itu bisa menjadi suatu optimisme bagi Pemkab Lobar. Karena ketika target tercapai tentu akan berimbas pada banyak hal yang bisa dibiayai. “Termasuk untuk merealisasikan visi pembangunan pak bupati, ya salah satunya lewat PAD. Jadi optimisme yang harus dibangun,” ungkap Nurul, belum lama ini.

Bukan tanpa alasan mengapa wanita yang akrab disapa Umi Nurul itu begitu yakin Pemkab bisa mencapai target PAD itu tahun depan. Adanya pelaksanaan event MotoGP di tahun depan menjadi salah satu alasannya. Pasalnya berkaca dari dampak World Superbike November lalu, kawasan wisata Senggigi begitu ramai.

Bahkan angka staycation hotel kawasan Senggigi mencapai hingga di atas 95 persen.“Ramainya hotel-hotel itu terlihat dari mobil-mobil sampai parkiran hotel tidak cukup malah sampai pinggir jalan. Ini artinya perekonomian kita menggeliat lagi pada sektor pariwisata,” jelas Ketua DPD PKS Lobar itu. Ia selalu meyakinkan dampak event internasional yang digelar di Mandalika akan berimbas pada Lobar. Karena Senggigi memiliki banyak hotel yang sudah tak diragukan. Terlebih sejak awal menyambut pelaksanaan WSBK itu Pemkab Lobar sudah memeriahkan dengan berbagai event yang tentu menarik wisatawan untuk datang. “Di akhir tahun ini pasti terjadi peningkatan, kemudian di 2022 ada event internasional (MotoGP) yang hasilnya juga akan kita dapatkan sebagai daerah penyanggah utama,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, sektor pariwisata yang sempat terpuruk karena dampak pandemi sudah bisa menjadi penopang PAD. Di samping sektor lain seperti pajak hotel restoran, PBB hingga retribusi. Karena dengan bertambahnya kunjungan wisatawan akan juga berdampak pada berbagai sektor PAD itu. Hal itu, kata politisi asal Kediri itu yang perlu menjadi motivasi optimis. Serta ia meminta bupati mendorong OPD nya untuk bekerja keras mengejar potensi PAD tahun depan yang cukup banyak.“Saya berharap untuk penyiapan event internasional di bulan Maret 2022, harusnya Lobar berbenah. Mulai menata jalan hingga tempat kuliner supaya lebih bagus, itu bagian cara meraup keberkaan event internasional itu,” imbuhnya.

Ia mencontohkan salah satu potensi PAD yang luput dibaca peluangnya oleh pemkab Lobar ketika WSBK lalu. Pusat lokasi oleh-oleh khas Lobar yang tak dilihat. “Itu harus disiapkan di bundaran Giri Menang Square (GMS) itu banyak lalu lalang kendaraan menuju Mandalika. Nah kenapa tidak kita buat di sana stand oleh-oleh khas Lobar,” pungkasnya.

Ia menegaskan peningkatan target PAD itu kesepakatan bersama antara legislatif dengan eksekutif. Sebab target Rp300 miliar  tidak melihat dari sektor PAD wisata maupun pajak, namun juga pada BLUD. “Kita putuskan meningkatkan PAD itu karena mereka (eksekutif) bilangnya sanggup dengan target itu. Tidak mungkin kami memaksa, pasti ada dialog hingga masuk-masukan potensinya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Lobar, Suparlan mengakui jika target PAD Lobar di 2022 meningkat hingga Rp300 miliar lebih. Karena dampak WSBK itupun memberikan pendapatan pada Lobar. Sehingga ketika MotoGP Maret mendatang juga akan lebih memberikan kontribusi menampah perekonomian daerah.“Kalau kemarin WSBK itu hotel dan restoran okupansinya rata-rata 95 persen,” jelasnya. Menurutnya realisasi PAD keseluruhan 2021 ini bisa dikatakan positif. Jika dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama realisasi PAD tahun ini lebih meningkat. “Itu sekitar Rp23 miliar dibandingkan bulan yang sama ditahun lalu,” bebernya.

Meskipun kondisi Indonesia masih menerapkan Pembelakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena pandemi, namun tak terlalu memperburuk. “PPKM tidak buruk-buruk amat,” ujarnya. Beberapa potensi pun sudah dilirik pihaknya untuk mencampai target PAD  2022 mendatang. Adanya event internasional WSBK hingga MotoGP di tahun depan diyakini akan meningkatkan okupansi hotel di Lobar. Kemudian ia mengatakan potensi PBB yang belum maksimal juga dilitik. “Alhamdulillah BPHTB juga lumayan besar, sekarang saja sudah mencapai Rp22 miliar dari target Rp 21 miliar,” pungkasnya. (her)

Tiitle Ads