Jemaah Umrah Masih Harus Bersabar

Mataram (Suara NTB) – Rencana pemberangkatan perdana calon jemaah umrah awal Desember 2021 ini sepertinya masih isapan jempol. Belum ada kepastian terkait rencana tersebut. Dewan Pengurus Persatuan Trevel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB, H. Ahmad Muharis kepada Suara NTB, Senin, 29 November 2021 menegaskan, belum ada kepastian dari pemerintah mengenai pemberangkatan perdana calon jemaah umrah.

“Belum ada informasi yang jelas,” tegas Owner Muhsinin Tour and Travel ini. Muharis mengatakan,travel-travel umrah di tanah air masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat, juga pemerintah Arab Saudi. Diketahui Kementerian Agama baru ini melakukan pertemuan dengan para para penyelenggara haji dan umrah dalam rangka pembahasan rencana  pemberangkatan calon jemaah umrah di awal Desember 2021 ini.

Poin pembahasan tersebut dari berbagai sumber diterangkan bahwa  Kementerian Agama akan mendorong pemerintah Arab Saudi untuk segera membuka penundaan pemberangkatan jemaah umrah dari Indonesia. Calon jemaah yang mendapat vaksin dosis lengkap, bisa masuk ke wilayah Arab Saudi tanpa dosis tembahan atau booster yang dengan jenis vaksin yang diizinkan pemerintah setempat.

Jumlah kuota pemberangkatan jemaah umrah diserahkan kepada pihak Indonesia, kemudian diajukan ke pihak Arab Saudi untuk dikaji dan disepakati bersama. Pengajuan visa bisa dilakukan mulai awal Desember 2021, dengan rencana keberangkatan pada pertengahan Desember 2021 Akan ada pengumuman resmi dari Kementrian Haji dan Umrah Arab Saudi mengenai izin pemberangkatan jemaah asal Indonesia.

“Ada lagi aturan baru karantinanya tujuh hari. Ini yang berat bagi teman teman dan calon jemaah. Kita tunggu keputusan pemerintah yang tidak memberatkan jemaah,” ujarnya. Jemaahpun, lanjut Muharis, merasa cukup berat bila diberlakukan karantina selama seminggu. Tentu konsekuensinya biaya karantina di hotel akan menjadi beban tambahan bagi calon jamaah. karena itu juga, jemaah masih bersedia menunggu hingga situasinya benar-benar kondusif untuk melaksanakan umrah.

Diketahui, dalam dua tahun terakhir kegiatan umrah tertunda karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir sampai saat ini. Tidak sedikit perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah menutup sementara kantor-kantor pelayanannya. Di NTB juga demikian, hampir seluruh perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah ditutup. Hingga situasinya memungkinkan kembali. (bul)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...