Tanam Bawang Merah Biji, Petani Selamatkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) mempengaruhi ekonomi masyarakat. Selama masa pandemi Covid-19, ekonomi masyarakat, termasuk juga petani turut mengalami kemerosotan. Tidak ada petani yang tidak merugi. Mengalami kerugian ini sebenarnya memang menjadi hal yang biasa. Tapi, pandemi ini cukup mencekik petani. Hasil produksi dari sejumlah komoditi banyak yang tak terbeli.

USMAN adalah salah satu petani yang terdampak Covid-19. Namun, kondisi ini tidak membuat Usman menyerah. Minggu, 28 November 2021, Usman, mencoba kembali keberuntungannya. Petani asal Dusun Penanggak Desa Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji ini mencoba membangkitkan ekonominya dengan kembali menanam bawang merah dari biji. Pilihannya menanam salah satu komoditi hortikultura ini bukan tanpa alasan. Menanam bawang biji ini dengan keyakinan adanya jaminan kualitas produksi dan kualitas harga.

Usman yang sudah suntik vaksin dua kali ini adalah salah satu dari sekian banyak petani yang merasakan dampak buruk pandemi. Meski setiap hari kena terik matahari bukan berarti petani bebas dari ancaman paparan virus Corona. Aturan negara yang mengharuskan seluruh warga vaksinasi tetap diikuti. Baginya, ikut vaksin agar tetap bisa kuat dan sehat, sehingga bisa tetap mencari rezeki.

Pada situasi serba susah itu, katanya bukan berarti terus berdiam diri tanpa ada usaha. Terlebih bagi petani. Petani bukanlah golongan orang-orang mager (malas gerak-red). Petani dituntut harus aktif. Petani juga tidak berpikir juga soal kaki dan tangan serta pakaian akan kotor bercampur lumpur. Terbayang saat berada di sawah adalah hasil ke depan produksi komoditi laku terjual untuk biaya hidup anak istri.

Bawang biji dalam pengalaman Usman bisa menjadi solusi untuk selamatkan ekonomi di tengah pandemi. Di mana, sejauh ini bawang merah varietas Sanren F1 yang dibudidayakan tetap laku keras meski di pasaran. Ia tidak pernah merugi secara kualitas. “Alhamdulillah,  dua tahun selama pandemi tidak pernah sampai tidak laku terjual, dan inilah kelebihnnya bawang biji karena secara kualitas ok,” tuturnya.

Musim tanam kali ini, Usman menanam bawang merah bijinya di atas lahan 22 are. Dengan sangat terperinci, dikalkulasi biaya produksi. Di mana, menanam diatas lahan kurang dari seperempat hektar itu dibutuhkan benih hanya 1 kg bawang merah biji. Harganya Rp 3,5 juta. Dibandingkan dengan bawang berumbi, untuk luas areal yang sama dibutuhkan setidaknya bibit seharga Rp 9 juta. “Sekarang ini kan harga bibit bawang umbi Rp 3 juta per kuintal, kita butuh 3 kuintal,”  ujarnya membandingkan.

Menanam bawang merah biji diakui butuh waktu yang lebih lama, karena ada proses pra penanaman. Yakni diawali dengan proses penyiapan bedengan untuk  menyemaikan bibit terlebih dulu sebelum dipindah tanam. Butuh waktu sekitar 35 sampai 45 hari lamanya baru bisa dilakukan pindah tanam. Bedengan tempat penyemaian bibit ini setidaknya butuh biaya Rp 1 juta.

Budidaya bawang merah ini diakui membutuhkan biaya cukup besar. Hitungan per hektarnya katanya bisa menembus Rp 70 juta sampai Rp 100 juta. Besarnya biaya budidaya ini membuat banyak petani kewalahan. Bahkan mencoba beralih ke komoditi lain. Namun, ketika ditemukan ilmu budidaya yang bisa jauh lebih efektif dan efisien, budidaya bawang merah ini menjadi hal yang menarik dilakukan. Semenarik potensi keuntungan yang bisa dihasilkan.

 Menanam bawang merah bagi warga Desa Tirtanadi ini memang menjadi salah satu pilihan menarik untuk mengangkat ekonomi petani lebih baik. Akan tetapi, budidaya bawang tidak serta merta tanpa risiko. Ancaman merugi tak bisa dinafikan.

Petani bawang mencoba terus bertahan meski dengan serba keterbatasan. Ketika hasil produksi tanaman bawang ini bagus dan dibarengi harga yang mahal, maka langsung akan bisa mengantarkan petani meraih mimpi. Salah satunya mimpi naik haji atau mimpi memperluas sawah lagi.

Komoditi hortikultura seperti bawang ini diyakini bisa bangkitkan ekonomi petani. Hanya saja harus dengan sejumlah catatan. Petani bisa melangkah mulus lewati spekulasi tinggi. Pasalnya, tantangan yang akan dihadapi petani ini adalah cuaca, sarana dan harga. Soal metode budidaya, petani tidak perlu ditanya. Sebagian besar petani sudah khatam kitabnya.

Petani sebagai penyelamat ekonomi di tengah pandemi ini diakui Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Abadi. Apalagi petani bawang merah dengan potensi keuntungan yang melimpah. H. Abadi menyebutkan, jumlah petani di Lotim 139.320 orang dan dengan luas baku sawah menurut ATR/BPN adalah 39.388,97 hektar mampu menekan tidak terlalu dalamnya terjadi kontraksi ekonomi selama pandemi.

Menurut H. Abadi, ekonomi petani cukup baik walaupun tren penurunan permintaan pasar. Sektor pertanian tetap memperlihatkan transaksi jual beli yang masih tinggi. Sangat berbeda dengan sektor lain seperti sektor pariwisata, industri dan lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lotim, Lalu Putradi juga mengamini peran pentingnya sektor primer ini dalam perbaikan ekonomi di Lotim. Sumbangan sektor pertanian pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lotim terbesar.

Berdasarkan data dan fakta itu, petani kiranya bisa hadir menjadi solusi bagi kebangkitan ekonomi di tengah situasi pandemi. Kuncinya adalah atensi serius dari pemerintah terhadap nasib para petani agar bisa lebih baik dari hari ke hari. (rus)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...