Sat Pol PP NTB Didorong Gencar Gempur Rokok Ilegal

0
Personel Sat Pol PP NTB menunjukkan barang bukti rokok tanpa cukai yang disita dari salah satu pasar di Lombok Tengah. (ist)

Mataram –Dalam pidatonya saat rapat koordinasi (Rakor) pemanfaatan DBHCHT belum lama ini, Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si mendorong jajaran OPD Pemprov NTB berpartisipasi melakukan pencegahan dan penindakan.

Salah satu penekanannya kepada Sat Pol PP Provinsi NTB. Instansi penertiban umum ini didorong berkoordinasi intens dengan Bea Cukai Mataram sebagai institusi yang berwenang.
“Kenapa harus dengan Bea Cukai? Karena dalam hal kewenangan, merekalah yang memastikan ini illegal, ini barang tidak kena cukai dan lain lain,” tegas Iswandi.

Bentuk tindakannya, beberapa waktu lalu Pemprov NTB melalui Sat Satpol PP melakukan operasi yustisi penegakan hukum terkait cukai rokok atau tembakau iris kemasan atau cukai ilegal pada sejumlah pasar dan distributor di wilayah Lombok Tengah (Loteng).

Untuk itu, dalam rangka peningkatan pendapatan daerah dari cukai tembakau, Pemprov telah membentuk tim terpadu pengawasan, pencegahan, dan pemberantasan cukai rokok/tembakau ilegal. Tim melakukan monitoring dan evaluasi, operasi yustisi di pasar lokal dan kegiatan lainnya yang terkait dengan cukai tembakau untuk menekan peredaran gelap terhadap rokok ilegal.

Dijelaskan, operasi yustisi yang dilakukan dimaksudkan untuk melakukan penindakan dan penegakan peraturan yang berlaku terkait dengan cukai/rokok ilegal terhadap para pedagang dan distributor. Bagi yang ditemukan mengedarkan rokok atau tembakau ilegal, maka diberikan teguran atau ultimatum agar tak mengulangi mengedarkan tembakau/rokok tanpa cukai.
Dalam kegiatan ini, Sat Pol PP Provinsi NTB dibekali pagu dan kebutuhan anggaran total Rp 3,5 miliar. Tugasnya, melakukan pengumpulan informasi peredaran barang kena cukai illegal meliputi hasil tembakau. Penyiapan sarana dan prasarana penegakan hukum di bidang cukai.

Jauh sebelumnya, Satpol PP bersama Bea Cukai Mataram pernah melakukan penyisiran sekaligus pemantauan langsung ke beberapa pedagang di Pasar Sengkol yang menyediakan tembakau iris kemasan.

Tim mengamankan 4 bungkus tembakau tanpa cukai milik Aryadi, Pemilik UD. Sampurna Cap Kembang Tunjung yang diproduksi UD. Barokah Tani. Selain itu, tim juga menyisir pedagang lainnya, Hj.Mulianah pemilik UD. Mulya Jaya. Ia menjual tembakau kasturi, tetapi memiliki cukai tembakau.

Satpol PP NTB juga bersama Bea Cukai bergerak menuju Pasar Mujur, Kecamatan Praya Timur. Setelah berkoordinasi dengan Camat Praya Timur dan petugas Pasar Mujur, tim kemudian melakukan penyisiran.

Di Pasar Mujur, tim Satpol PP NTB dan Bea Cukai mengamankan 336 bungkus tembakau tanpai cukai atau rokok ilegal. Sebanyak 252 bungkus diamankan dari Ibu Mardiana pemilik UD. Lian, tembakau kasturi tanpa cukai dengan merk Tembakau Dua Mawar. Diamankan juga 84 bungkus tembakau tanpa cukai/rokok ilegal milik Hj. Zaenab.

Dari dua pasar tersebut, berhasil disita 340 bungkus tembakau tanpa cukai atau rokok ilegal. Seluruh barang bukti diamankan Bea Cukai Mataram untuk ditindaklanjuti.
Selanjutnya, tindakan yang diambil adalah mengamankan seluruh barang bukti sekaligus sosialisasi oleh petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bea Cukai yang dibuktikan dengan berita acara penindakan.

Selain itu, pembinaan oleh Bea Cukai Mataram terhadap para pedagang atau distributor tembakau iris kemasan yang belum memahami dan belum melaksanakan prosedur yang ada sesuai aturan tentang cukai tembakau. (tim)

Tiitle Ads