Pemberantasan Rokok Ilegal akan Bermanfaat Bagi Petani Tembakau

0
Kadiskominfotik NTB Najamudin Amy. (diskominfotik)
ads top adsamman

Mataram –Pemprov NTB melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara bertahap menempuh upaya persuasif dan preventif untuk penanggulangan rokok illegal. Antara kewenangan pemanfaatan DBHCHT di bidang penegakan hukum dengan kesejahteraan masyarakat tetap bersinergi.

Dua kewenangan ini akan saling berkaitan karena dampak penindakan rokok illegal, berarti linier dengan peningkatan nilai produksi dan cukai tembakau, pada akhirnya semakin berdampak besarnya dana transfer untuk daerah.

“Pemberantasan rokok ilegal juga akan bermanfaat bagi petani tembakau, agar petani dapat menikmati harga tembakau yang lebih stabil. Hal ini tentu akan berdampak pada kesejahteraan petani tembakau,” kata Kadiskominfotik Provinsi NTB, Najamuddin Amy.

Mengurangi bahkan menghilangkan peredaran cukai dan tembakau illegal akan berdampak pada stabilnya harga tembakau petani. Maka ia mengajak bersama sama semua pihak untuk memantau dan meminimalisir peredaran rokok ilegal.

“Ayo, kami mengajak bersama-sama, kita stop peredaran rokok illegal ini,” ajaknya.

Dalam hal pemberantasan rokok ilega, Diskominfotik mendapat alokasi anggaran Rp 1 miliar. Pemanfaatannya untuk pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan ketentuan peraturan perundang undangan di bidang cukai.

Memfasilitasi kampanye gempur rokok illegal melalui jalur media komunikasi, seperti media cetak, majalah, brosur, poster, stiker, baliho dan spanduk. Media elektronik seperti radio, telev isi dan videotron serta media dalam jaringan lainnya.

Alasan pemberantasan rokok illegal sebelumnya disampaikan juga Biro Perekonomian Setda NTB. Sebagai bagian dari instruksi Kementerian Keuangan, karena peredaran rokok dan cukai ilegal merugikan negara hingga Rp 13,48 triliun.

Beberapa alasan lain sehingga terpaksa dilakuan pemberantasan adalah ;
Membantu optimalisasi penerimaan Negara dari cukai. Sebab harus diakui, Cukai menjadi salah satu sector penyumbang penerimaan Negara terbesar

Mencegah dan mengurangi peredaran rokok illegal. Karena diamati beberapa bulan terakhir, konsumen rokok meningkat tapi tidak diimbangi dengan pemasukan Negara.

Meningkatkan penyadaran masyarakat tentang rokok tidak berizin. Sebagai warga Negara yang baik diharapkan patuh dengan aturan, sebab asas manfaatnya akan kembali kepada pemerintah dan masyarakat.

Meningkatnya kesadaran produsen rokok terhadap penggunaan cukai illegal. Artinya, pengusaha  diminta tidak hanya memikirkan untung dalam bisnis rokok

Membantu petani tembakau agar harga stabil. Karena ini akan berdampak pada kesejahteraan petani tembakau sebagai sektor hulu dalan bisnis ini.

Alasan alasan ini kemudian jadi dasar pemerintah Provinsi NTB, kabupaten dan kota berkolaborasi dengan Bea dan Cukai melakukan razia di beberapa tempat, termasuk di Kota Mataram.

Sebab dalam temuan Kementerian Keuangan, bahwa pada 2020 terjadi peningkatan peredaran rokok illegal. Kenaikan ini dipicu naiknya tarif cukai tembakau bagi produk produk legal, sehingga memberi ruang rokok illegal dan murah beredar.

Sementara di Kota Mataram, sejumlah titik didasar seperti kompleks pertokoan, kios, pasar pasar tradisional, ruko dan tempat tempat yang selama ini jadi ruang suburnya peredaran rokok illegal. (tim)