Sarpras dan Kesiapan SDM Jadi Catatan Khusus ANBK SD

0
Purni Susanto (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat telah dilaksanakan pada pada Senin (15/11) sampai dengan Kamis (18/11), dan pada Senin (22/11) sampai dengan Kamis (25/11). Sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Sumber Daya Manusia (SDM) penunjang menjadi catatan khusus pelaksanaan ANBK SD.

Sekretaris Panitia Wilayah Asesmen Nasional tahun 2021 Dinas Dikbud Provinsi NTB, Purni Susanto pada Jumat (26/11) mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana TIK menjadi catatan khusus, mengingat banyaknya sekolah yang menumpang atau bahkan meminjam sarana komputer. “Ke depan kita berharap sarana penunjang ini dapat teratasi secara bertahap,” ujarnya.

Selain itu, SDM proktor dan teknisi masih perlu ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Purni menjelaskan, secara kuantitas, masih banyak sekolah yang belum memiliki teknisi atau proktor sendiri, sehingga terpaksa harus meminta bantuan ke sekolah lain. Sementara secara kualitas, proktor dan teknisi perlu ditingkatkan, sehingga memiliki kemampuan yang mumpuni.

“Alhamdulillah selama ini para proktor cukup terbantu dengan pendampingan dari tim help desk tingkat provinsi. Setiap saat ketika mereka mendapatkan masalah, maka di situ hadir help desk yg sigap membantu,” ujar Purni yang juga Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB.

Di samping itu, jaringan listrik dan sinyal internet juga menjadi catatan khusus pihaknya. “Selama ini alhamdulillah listrik hampir tidak pernah padam. Kebutuhan daya selama ini terpenuhi dengan baik. Begitu juga dengan sinyal jaringan internet cukup baik, walaupun terkadang ada masalah di sana-sini yang terkadang tidak terhindarkan,” kata Purni.

Komponen asesmen nasional terdiri dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk AKM terdiri dari literasi dan numerasi. Survei karakter terdiri dari enam sub topik yang akan disurvei. Diharapkan dari hasil survei karakter akan keluar sebuah paradigma profil pelajar yang disebut profil pelajar Pancasila. Sementara, survei lingkungan belajar, berupa survei kondisi belajar, metode belajar, dan lainnya.

Hasil asesmen tidak menjadi syarat lulus seperti ujian nasional sebelumnya. Asesmen nasional diperuntukkan untuk pemetaan pendidikan, pemetaan kualitas pembelajaran, pemetaan mutu yang tersebar di seluruh Indonesia. Nantinya akan menjadi salah satu referensi melakukan kebijakan layanan pendidikan di Indonesia pada tahun berikutnya.

Terkait asesmen nasional, semua sekolah wajib ikut, baik sekolah negeri maupun swasta. Sementara yang akan dipilih acak yaitu siswa sebagai peserta asesmen. Untuk jenjang SD diikuti oleh siswa kelas V dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang, dan lima orang cadangan. (ron)

Tiitle Ads