Naikkan Target PAD

PENDAPATAN dana transfer dari Pemerintah Pusat untuk Pemprov NTB tahun 2022 mendatang, turun signifikan mencapai Rp607,38 miliar dibandingkan APBD Perubahan 2021. Untuk itu, Pemprov menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2022.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyebutkan postur APBD 2022 saat penyampaian nota keuangan dalam rapat paripurna di DPRD NTB, Kamis, 25 November 2021 malam. Disebutkan, pendapatan daerah dalam RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp5,39 triliun atau berkurang sebesar Rp340,88 miliar lebih atau turun 5,94 persen dibanding APBD Perubahan 2021, yakni sebesar Rp 5,73 triliun lebih.

Pendapatan daerah tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah yang direncanakan sebesar Rp2,57 triliun lebih. Atau bertambah Rp313,35 miliar lebih atau 13,38 persen dari APBD Perubahan 2021, yakni sebesar Rp 2,25 triliun lebih.

Wagub mengatakan total penerimaan pendapatan asli daerah tersebut bersumber dari pendapatan pajak daerah. Target pajak daerah direncanakan sebesar Rp 1,72 triliun lebih, atau bertambah sebesar Rp124,88 miliar atau 7,8 persen dari target penerimaan dalam APBD Perubahan 2021 sebesar Rp1,60 triliun lebih.

Kemudian retribusi daerah, ditargetkan sebesar Rp 45,87 miliar lebih, berkurang Rp1,34 miliar atau 2,85 persen dari APBD Perubahan 2021 sebesar Rp47,21 miliar lebih.  Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, direncanakan sebesar Rp 60,34 miliar lebih, bertambah sebesar Rp14,08 miliar atau 30,45 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp46,26 miliar lebih.

Selain itu, lain-lain pendapatan asli daerah (PAD) yang sah, pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp739,17 miliar lebih. Mengalami peningkatan sebesar Rp175,73 miliar lebih atau 31,19 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp 563,44 miliar lebih.

Untuk pendapatan transfer, kata Wagub, dalam RAPBD 2022 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pendapatan transfer bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah.

Dalam RAPBD NTB 2022, pendapatan transfer pemerintah pusat  sebesar Rp2,81 triliun lebih. “Terjadi penurunan sebesar Rp607,38 miliar lebih atau 17,73 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan tahun anggaran 2021, yaitu sebesar Rp3,42 triliun lebih,” sebutnya.

Sementara pendapatan transfer antar daerah direncanakan sebesar Rp1,66 miliar lebih, terjadi penurunan sebesar Rp80,84 juta lebih dari APBD Perubahan 2021 yaitu sebesar Rp1,74 juta lebih.

Serta penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp8,01 miliar lebih, berkurang cukup sigifikan sebesar Rp 46,76 miliar lebih atau 85,37 persen dibandingkan dengan  APBD Perubahan 2021 sebesar Rp 54,78 miliar lebih.

Sedangkan dari sisi belanja daerah, Wagub mengatakan pada RAPBD 2022 direncanakan sebesar Rp5,96 triliun lebih. Atau mengalami penurunan sebesar Rp418,73 miliar lebih atau 6,56 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2021 sebesar Rp6,38 triliun lebih.

Dengan total anggaran pendapatan daerah yang sebesar Rp5,39 triliun lebih dan jumlah belanja daerah sebesar Rp5,96 triliun lebih. Maka APBD NTB tahun anggaran 2022 direncanakan defisit anggaran sebesar Rp562,5 miliar.  “Jumlah defisit anggaran tersebut, ditutupi dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari  pinjaman daerah,” katanya.

Wagub menjelaskan, pembangunan yang dilakukan saat ini tidak hanya berupa pembangunan fisik. Namun juga pembangunan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih maju, pemanfaatan sumberdaya alam yang optimal guna mewujudkan masyarakat NTB  yang gemilang.

Ia yakin kerja keras dan ikhtiar selama ini akan membawa hasil berupa perubahan yang menyeluruh bagi peningkatan kesejahtaeraan masyarakat di NTB. Upaya-upaya yang dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya perlu dievaluasi, dan untuk di masa yang akan datang harus dilakukan perencanaan dengan lebih matang. (nas)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...