Program Pemulihan Ekonomi Diharap Tak Sekadar Wacana

0
Hj. Nurul Adha (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – DPRD Lombok Barat (Lobar) mendorong Pemkab memperkuat program intervensi untuk menangani kemiskinan yang kian bertambah dampak pandemi Covid-19. Dewan tak ingin program pemulihan ekonomi sekadar wacana, bagus pada tataran rencana namun pelaksanaannya tidak berjalan baik.

Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurul Adha mengatakan dengan adanya pandemi maka berdampak terhadap penambahan warga miskin. Sehingga kata dia, perlu langkah-langkah strategis untuk penanganan kedepan supaya jangan menimbulkan masalah baru lagi. Program intervensi penanganan kemiskinan dampak pandemi menjadi salah satu konsen DPRD. Yang menjadi persoalan dan dibahas setiap kali rapat adalah masalah data.

Kalau data belum selesai, berapa angka kemiskinan maka sulit ditangani. Karena melalui data itu bisa dipetakan. Karena bicara program pemulihan ekonomi, harusnya berbasis langsung ke akar rumput. “Kalau bisa program-program pemulihan ekonomi ini berbasis langsung di akar rumput,” jelas Ummi Nurul – sapaan akrabnya, Kamis, 25 November 2021.

OPD perlu langsung turun ke desa-desa, sehingga diketahui berapa warga yang perlu diintervensi, berapa warga yang hampir miskin, warga miskin. Karena kalau peta berbasis struktur paling bawah maka cepat bisa diselesaikan persoalan ini. Apalagi kadang yang terjadi ada bantuan namun tidak tepat sasaran. “Hal semacam ini perlu diantisipasi juga,” imbuhnya.

Lebih-lebih dengan bertambahnya angka kemiskinan, namun belanja modal untuk penanganan program pemulihan ekonomi kurang memadai. Program pemulihan ekonomi tidak seperti di awal penanganan masalah covid-19, ada bantuan langsung, JPS. Namun bagaimana didorong program pemberdayaan untuk pemulihan ekonomi. Misalnya, Pemkab harusnya menangkap peluang WSBK.

Selain promosi wisata, Pemkab harusnya menyiapkan outlet untuk produk UMKM. Karena justru dilihat hasil yang diperoleh Loteng, terdapat puluhan miliar dari WSBK. “Nah kita mana?, Padahal tamu lalu lalang menginap di Senggigi. Harusnya disiapkan dong outlet atau stand di titik-titik tertentu untuk menarik pengunjung singgah,” jelas dia.

Dari rencana pihak Pemkab yang disampaikan melalui jawaban kepala daerah tentang upaya program pemulihan ekonomi, pemaparan rencana Pemkab dinilai bagus. Hanya saja lanjut dia, jangan sampai bagus pada tataran rencana saja, namun eksekusi tidak maksimal. “Kalau mendengar jawaban kepala daerah, sudah bagus. Tinggal realisasi. Jangan hanya senang dapat perencanaan, namun realisasi bagaimana? Masyarakat merasakan ndak?” tegas dia.

Sementara itu, dalam jawaban kepala daerah yang disampaikan Sekda Dr H Baehaqi atas pernyataan fraksi-fraksi tentang bagaimana program pemulihan ekonomi, pemkab telah menyiapkan program-program. “Seperti rencana penataan kuliner,  bagus untuk menyerap tenaga kerja dan daya beli. Kemudian orang mau belanja di sana,” jelas Sekda.

Ia mengaku rencana Pemkab tidak sebatas wacana. Karena program pemulihan ekonomi menjadi salah satu program Pemkab kedepan. Hal ini untuk menangani dampak covid-19 seperti kemiskinan. (her)

Tiitle Ads