Polres Loteng Gelar Operasi Zebra

0
Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono, SIK., menyematkan pita pada personel yang terlibat operasi zebra, pada apel pasukan, Kamis, 25 November 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Setelah sempat tertunda, jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) menggelar Operasi Zebra Rinjani  selama 10 hari, mulai Kamis, 25 November 2021  hingga 25 November mendatang. Selain sebagai upaya mendorong disiplin masyarakat dalam berkendaraan, operasi juga digelar sebagai bagian dari cipta kondisi pascagelaran World Superbika (WSBK) serta jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (nataru) di daerah ini.

“Operasi zebra tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tapi juga TNI dan unsur pemerintah daerah,” sebut Kapolres Loteng, AKBP Hery Indra Cahyono, S.IK., saat apel gelar pasukan di halaman Mapolres Loteng, Kamis, 25 November 2021.

Dalam kegiatan yang dihadiri Dandim 1620 Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wirawatan, Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid, S.Ip., Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya, S.T.M.T., dan anggota Forkompimda Loteng lainnya, Hery mengaku kalau gelaran operasi zebra kali ini sedikit terlambat dari rencana awal. Karena adanya event IATC dan WSBK di sirkuit internasional Mandalika akhir pekan kemarin.

Semula operasi zebra digelar mulai tanggal 15 November kemarin. Tapi mundur, lantaran ada Operasi Mandalika Rinjani terkait pengamanan gelaran WSBK. “Titik tekan operasi zebra sendiri ialah bagaimana bisa menumbuhkan disiplin masyarakat dalam berkendaraa. Terutama dalam penggunaan helm,” jelasnya.

Mengingat sampai saat ini tingkat kesadaran masyarakat menggunakan helm saat berkendaran masih rendah. Padahal helm merupakan salah satu kelengkapan keselamatan berkendaraan yang wajib digunakan. Untuk mengurangi tingkat fatalitas ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimpa pengendara, terutama pengendara sepeda motor.

Pelaksanaan operasi bakal menyasar hampir semua wilayah di daerah ini. Terutama di jalur-jalur utama yang banyak dilalui oleh pengendara. “Harapanya kita bagaimana kedepan masyarakat Loteng bisa benar-benar disiplin dalam berkendara. Dan, operasi ini salah satu upaya untuk mewujudkan harapan tersebut,” tambah Hery.

Menurutnya, tingkat disiplin berkendaraan yang baik bisa memberikan citra positif bagi daerah ini. Kalau masyarakat Loteng disiplin dalam berkendara, orang luar juga pastikan akan ikut disiplin. Karena cerminan suatu daerah juga bisa dilihat dari bagaimana masyarakatnya berlalu lintas.

“Operasi zebra ini harus bisa memberikan dampak perubahan, guna menghilangkan kebiasaan masyarakat kita yang malas menggunakan helm. Termasuk kebiasaan lainnya seperti melawan arus, mengangkut orang dengan kendaraan barang, menerobos traffic light serta pelanggaran lain yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas,” tutupnya. (kir)

Tiitle Ads