Penggelapan Dana Nasabah , Bank NTB Syariah Rugi Rp11 Miliar

0
I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Auditor independen menyelesaikan audit kerugian Bank NTB Syariah akibat dugaan penggelapan 440 dana nasabah. Sepanjang 2019-2020, bank plat merah ini merugi Rp11 miliar dampak tindak pidana perbankan oknum pegawai internalnya. Hasil audit ini menguatkan bukti-bukti proses penyidikan.

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana menerangkan, auditor independen menggunakan metode khusus untuk menghitung kerugian tersebut. “Yang rugi bank-nya karena harus mengganti ke nasabah. Kerugiannya Rp11 miliar,” ucapnya, Kamis, 25 November 2021.

Kerugian ini timbul dari selisih transaksi yang diduga digelapkan. Transaksi nasabah dialihkan ke rekening pribadi. Pembukuan harian transaksi tetap bersih. Modusnya dengan diambilkan dari transaksi nasabah lainnya.

Angka kerugian ini tampak dari nilai tanggungan pihak bank kepada nasabah. Kerugiannya ini sejumlah uang yang digelapkan dan belum diganti mantan penyelia kredit nontunai berinisial PS. PS menjadi terlapor dalam kasus ini. “Baru ketahuan belakangan. Kemudian dia (PS) dimutasi,” sebut Eka.

Modus yang dipakai ini tergolong rapi. Sebab, kejanggalan atau fraud ini tidak terdeteksi audit Sistem Pengendali Internal (SPI). Padahal modus ini dijalankan sejak tahun 2012. Bekal kerugian yang besar ini ditindaklanjuti ke pengusutan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menelusuri aliran penggunaan dana tersebut. “Itu (TPPU) tetap jalan,” tegasnya.

Indikasi pidana yang ditemukan diduga transaksi perbankan nasabah dialihkan ke rekening pribadi. Modus ini dipakai selama delapan tahun. Sejak tahun 2012 sampai 2020. Pembobolan ini dilakukan dengan mengalihkan transaksi nasabah ke tiga rekening pribadi yang dijadikan penampung.

Transaksi yang dibobol ini antara lain transfer antarrekening serta setor tunai. Transaksi itu baru akan diproses setelah nasabah komplain. Tindaklanjut komplain ini dengan mengambilkan dana dari transaksi nasabah lain. (why)