Kelompok Budidaya Udang di KLU Harus Didampingi Penyuluh

0
Bupati menebar benur udang vannamei di kelompok perempuan pesisir Lempenge, Kamis, 25 November 2021.(Suara NTB/Ist)

Tanjung (Suara NTB) – Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH., meminta Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan (DKPPP) mengerahkan tenaga pendamping penyuluh untuk mengawal program bantuan kepada kelompok. Salah satunya, mengawal jalannya budidaya udang vannamei di kalangan kelompok wanita.

Bupati menyampaikan hal itu di sela-sela penyerahan bibit udang vannamei di dusun Lempenge, desa Rempek, Kamis, 25 November 2021. “Program kolam bundar vannamei, sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kita.  Jangan selesai dengan seremoni saja, harus dikawal. Kerahkan semua tenaga penyuluh, dampingi dengan maksimal,” perintah Bupati.

Djohan menilai, usaha budidaya udang vannamei memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan di wilayah pesisir. Ia meyakini, dengan berjalannya usaha udang vannamei secara berkelanjutan akan menurunkan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan.

Sektor pertanian – sub sektor perikanan, menurut dia, harus mendapat atensi serius. Pasalnya, sektor ini paling tahan selama pandemi global Covid 19.

Sementara, Kepala DKPPP KLU, Tresnahadi, S.Pt., menyebut jumlah anggota kelompok perempuan wilayah pesisir yang mengelola kolam bundar  400 orang. Kolam yang dikelola sekitar 290 unit.

“Sejak 2019, dari total keberadaan 200 kolam yang dikelola 400 perempuan pesisir yang tersebar di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gangga, Kecamatan Kayangan dan Bayan mampu menghasilkan 54,7 ton,” kata Tresnahadi.

Pada bantuan untuk 3 kelompok, Tresnahadi menyebut bantuannya senilai Rp 1,249 miliar. Terdiri dari kolam terpal dan fasilitasnya, pakan, termasuk biaya jasa konsultasi.

Untuk diketahui, sebanyak tiga kelompok budidaya udang vannamei memperoleh bantuan dari pemerintah. Budidaya dilakukan dengan metode kolam (terpal) bundar. Ketiganya kelompok itu masing-masing, kelompok perempuan Lempenge 20 kolam dan dua kolam tandon. Kelompok Perempuan Mandiri Dusun Lokoq Buak – Desa Sukadana, sebanyak 20 kolam dan 2 kolam tandon, serta kelompok perempuan Pelangi dengan 20 kolam dan 2 kolam tandon.

“Sementara benur sendiri diadakan secara swadaya oleh kelompok melalui UD. MSA dengan pola pinjaman.”

“Selama ini UD. MSA banyak membantu kelompok. Selaku Kepala Dinas, saya berterimakasih. Ini menjadi semangat kita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” demikian Tresnahadi. (ari)

Tiitle Ads