Kasus Masih Tinggi, Stunting Jadi Ancaman Kualitas SDM

Selong (Suara NTB) – Prevalensi stunting secara nasional masih cukup tinggi. Sesuai data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda), kasus stunting di Indonesia masih 30,8 persen 2018 lalu. Pemerintah pusat cukup serius menangani stunting ini. Pasalnya, stunting merupakan ancaman kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan.

Hal ini dikemukakan Inspektur Utama (Irtama) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ari Dwikora Tono saat meluncurkan Dapur Sehat Stunting di Kampung Keluarga Berencana (KB) Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela, Kamis, 24 November 2021.

Dikemukakan, target nasional sampai 2024 mendatang tersisa stunting 14 persen. “Ini bukan pekerjaan mudah tapi ini juga bukan hal yang tak mustahil,” ucap Dwikora.

Disebut, berdasarkan data terlihat 1 dari 3 anak Indonesia stunting. Secara  nasional sudah dilakukan pemetaan lokus stunting. Yakni tersebar di 6.600 desa di 360 kabupaten/kota se Indonesia.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak dua tahun karena kekurangan gizi kronis. Yakni terjadi sejak bayi dalam kandungan,anak yang stunting rentan  penyakit.

Menurutnya, diperlukan peran semua pihak untuk menekan stuting. Indonesia secara global berada pada peringkat 108 dari 132 negara di dunia yang tertinggi kasus stuntingnya. Tingkat ASEAN, Indonesia tertinggi ketiga setelah Timor Leste dan Laos.

BKKBN katanya mendapat mandat untuk percepat penurunan stunting. Komitmen presiden, yakni mempercepat penurunan stunting di seluruh kabupaten di Indonesia. Salah satu caranya adalah menguatkan sinergi semua pihak.

Upaya mewujudkan kampung keluarga berkualitas dipesankan Presiden tak sekadar slogan. Harus ada aktivitas nyata. Salah satunya dengan dapur sehat atasi stunting. “Ibu hamil, ibu baru menyusui dapat konsumsi produk dapur sehat yang berkualitas,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taopik mengatakan Lotim merupakan daerah terluas dan terpadat jumlah penduduknya. Tercatat jumlahnya saat ini  di atas 1,3 juta jiwa. “Karenanya ada anekdot, kalau mau atasi masalah NTB, atasi Lotim,” sebut Sekda.

Sementara prioritas bupati sudah digambarkan dalam RPJMD adalah meningkatkan kualitas SDM. Menekan stunting salah satu caranya. Dan, data awal stunting d Lotim cukup  mengagetkan. Saat ini, sesuai hasil e-PPGM, kasus stunting tersisa 19,20 persen. Tahun 2024 diyakini bisa dikejar 14 persen.

Diakui, stunting masih jadi persoalan utama di Lotim. Diperlukan sinergisitas, pendekatan konvergensi melibatkan banyak OPD bahkan hingga level bawah. Lotim konsen pada penanganan stunting. Kemunculan stunting itu multi sektor, sehingga perlu pendekatan multidisipliner sebagai kunci sukses penanganan stunting.

“Dulu sektor hilir, sekarang pendekatan ke hulu,  Bupati dorong DP3AKB untuk melihat calon pengantin. Dekati remaja untuk bisa wujudkan generasi emas,” papar Sekda. (rus)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...