TPST Senteluk Diklaim Bisa Atasi Sampah di Senggigi

Giri Menang (Suara NTB) – Tempat Pengolahan Sampat Terpadu (TPST) Desa Senteluk Kecamatan Batulayar diresmikan Bupati Lombok Barat (Lobar), Selasa, 23 November 2021. Bangunan senilai Rp8 miliar yang merupakan bantuan Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Kementerian PUPR NTB itu diklaim bisa mengatasi limpahan sampah yang menjadi persoalan klasik di kawasan wisata Senggigi kecamatan Batulayar.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid pun mengaku bersyukur dengan adanya bantuan itu. Sebagai langkah awal pengoperasian, TPST itu akan menangani sampah empat desa di Kecamatan Batulayar. “Tadi sudah diserahterimakan dari BPPW NTB kepada Pemda Lobar. Kita komitmen, dan sudah merekrut tenaga dan nanti akan dilatih oleh BPPW untuk bagaimana mengelola TPS itu,” ungkap Fauzan usai meresmikan TPST tersebut, Selasa, 23 November 2021.

Hadir dalam kesempatan itu, sejumlah kepala OPD, pihak BPPW, Camat Batulayar Afgan Kusuma Negara dan Kades Senteluk Fuad Abdul Rahman.

Meski diuji coba untuk menangani sampah empat desa, bupati menegaskan TPST senilai Rp 8 miliar itu akan menangani seluruh sampah di kawasan Kecamatan Batulayar. “Kalau untuk Kecamatan Gunungsari kita akan pikirkan lagi. Tapi kalau bisa di sini (TPST, red) kan alhamdulillah, tapi kapasitasnya tidak memungkinkan,” jelasnya.

Ia pun meyakini TPST yang dibangun pada lahan seluas 41 are milik Pemda itu akan sanggup menangani sampah kawasan Senggigi, terutama sampah dari perhotelan. Selain itu akan membantu mengurangi volume sampah yang akan diangkut ke TPA Kebon Kongok. Karena bisa menangani sampah sekitar 20 ton perhari dari empat desa. “Nanti residunya itu tetap akan di buang ke Kebon Kongok. Kita perkirakan sekitar 10 persen residunya, itu sangat kecil dan sangat efisien,” sambungnya.

Tak hanya itu, Fauzan itu meyakini TPST itu tidak akan sama dengan TPS 3 R yang sudah terbangun. Selama ini TPS yang dibangun BPPW tak pernah terbengkalai. Karena sejak awal kata Fauzan sebelum pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang melibatkan Pemkab Lobar. Mulai perencananya,  lahan untuk lokasi pembangunannya disiapkan Pemkab hingga serah terima bangunan TPST itu.

Sementara itu, Kepala Desa Senteluk, Fuad Abdul Rahman mengaku masyarakat sudah bisa menerima TPST itu. Menyusul sebelumnya sempat ada penolakan warga karena kekhawatiran jalan kawasan pemukiman akan dilalui truk pengangkut sampah. Namun dengan adanya akses jalan khusus untuk kendaraan pengangkut sampah, kekhawatiran itupun teratasi. (her)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...