NTB Berlakukan PPKM Level 3 Akhir Tahun, Cegah Covid-19 Gelombang Ketiga dan Anjloknya Pertumbuhan Ekonomi

PEMPROV NTB akan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama seminggu, mulai 24 – 31 Desember mendatang. Pemberlakuan PPKM Level 3 untuk mencegah lonjakan Covid-19 gelombang ketiga dan anjloknya pertumbuhan ekonomi.

‘’Kita perlu mencegah Covid-19 gelombang ketiga. Kita tahu gelombang Covid-19 datang biasanya pada puncak liburan. Apalagi yang diramalkan gelombang ketiga adalah varian delta plus yang lebih agresif. Maka Pemerintah Pusat mengambil kebijakan dilakukan PPKM Level 3,’’ ujar Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 23 November 2021.

Dengan pemberlakukan PPKM Level 3, maka kegiatan yang mengumpulkan banyak orang kembali dilarang. Seperti acara pergantian tahun baru. Begitu juga tempat wisata akan ditutup selama seminggu. ‘’Kerumunan orang yang dikendalikan melalui PPKM Level 3 selama seminggu,’’ terangnya.

Eka menjelaskan, pemerintah ingin agar tidak ada lonjakan kasus Covid-19 pada akhir 2021. Sehingga ekonomi yang mulai pulih tidak anjlok lagi. Dikatakan, setiap terjadi lonjakan kasus, pertumbuhan ekonomi menjadi terganggu.

‘’Seperti pada triwulan II 2021 saat puncak varian delta, daerah-daerah yang mengalami lonjakan kasus, pertumbuhan ekonominya kecil bahkan minus. Jadi yang dijaga bukan saja terjadinya lonjakan kasus. Tetapi juga menjaga ekonomi yang mulai pulih sekarang ini untuk bisa dipertahankan tidak terganggu oleh adanya lonjakan kasus lagi,’’ jelasnya.

Pemerintah daerah ingin menyongsong tahun 2022 lebih baik dari 2021. Karena tidak ada ekonomi bisa baik apabila terjadi lonjakan kasus. Sehingga diambil kebijakan PPKM Level 3 akhir tahun. “Walaupun sektor pariwisata nanti satu minggu stagnan. Tapi sektor yang lain tetap jalan,” imbuhnya.

Intinya, kata Eka, penerapan PPKM Level 3 akhir tahun untuk mempertahankan ekonomi yang sudah mulai tumbuh dengan mencegah lonjakan kasus. Berkaca dari lonjakan kasus pada awal tahun 2021, setidaknya butuh waktu tiga bulan atau satu triwulan untuk membuat kasus turun kembali. ‘’Dari pembelajaran selama dua tahun ini  kalau terjadi lonjakan kasus, ekonomi juga anjlok,’’ tandasnya.

Selain memberlakukan PPKM Level 3, upaya menekan Covid-19, vaksinasi masih terus dimasifkan. Hingga Senin (22/11), untuk dosis 1 sebanyak 2.790.401 (71,35 persen). Cakupan vaksinasi untuk dosis 2 sebanyak 1.541.128 (39,41 persen) dan cakupan vaksinasi dosis 3 khusus Nakes sebanyak 21.687 (78,47 persen).

Sementara itu, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan III tumbuh hingga 2,42 persen. Pertumbuhan terjadi pada 13 lapangan usaha sedangkan 4 lapangan usaha terkontraksi. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Konstruksi sebesar 14,82 persen dan Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,70 persen. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,58 persen.  (nas)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

0
Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival (e-VOA) https://www.indonesia-evoa.com muncul di pencarian teratas mesin pencari google, warga negara asing diminta berhati-hati. Sebelumnya...

Latest Posts

Imigrasi Luncurkan Situs Resmi Pengurusan e-VoA

Mataram (suarantb.com) Situs palsu pengurusan elektronik visa on arrival...

Kolaborasi Srikandi BRI dan BUMN, Bahu Membahu Percepat Pemulihan Korban Gempa Cianjur

Cianjur (suarantb.com) – Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca bencana,...

Unisma Raih Dua Kategori Anugerah Kampus Unggulan

Malang (suarantb.com)Universitas Islam Malang (Unisma) sebagai Perguruan tinggi dengan...

Kesejahteraan Guru Terpencil di Kabupaten Bima Masih Diabaikan

Bima (Suara NTB) - Serikat Guru Indonesia (SGI) Kabupaten...