Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Kantor Walikota Mulai Diabaikan

0
Barcode  yang dipasang untuk scan kode aplikasi PeduliLindungi di lobi utama Kantor Walikota Mataram tampak diabaikan oleh pengunjung yang dating ke kantor Walikota, Selasa, 23 November 2021. Barcode ini juga tidak lagi dijaga ketat Satpol PP.(Suara NTB/jun)

Mataram (Suara NTB) – Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkot Mataram diduga mengabaikan Barcode aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan scan kode. Petugas Satuan Pol PP, bahkan tidak lagi berjaga di lobi utama untuk mengawasi setiap pegawai dan tamu yang berkepentingan. Kondisi ini, tentu beresiko terhadap penularan Corona Virus Disease (Covid-19).

Pantauan Suara NTB, Selasa, 23 November 2021, Barcode aplikasi PeduliLindungi yang terpasang di tiga pintu masuk Kantor Walikota, tidak lagi dijaga ketat anggota Satpol PP seperti pada awal-awal pemasangannya. ASN, berikut tamu berkepentingan yang masuk tidak satupun terlihat melakukan scan kode. Mereka bebas lalu lalang seperti sebelum Barcode tersebut dipasang.

Juru Bicara Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa yang dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, terkejut saat mengetahui tak adanya petugas Satpol PP yang berjaga mengawasi dan mengarahkan ASN dan tamu untuk melakukan scan kode pada Barcode aplikasi PeduliLindungi.

Menurutnya, apapun sistem yang dilahirkan pemerintah, seluruhnya kembali pada pengawasan. Karenanya, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk kedepan bisa lebih baik lagi. “Kita sudah membangun sistem yang cukup bagus sebetulnya, cuma memang perlu lebih diawasi. Ini jadi evaluasi kita,” ujarnya.

Mengingat kondisi ini berpotensi mempermudah penularan Covid-19, pihaknya segera berkoordinasi dengan intansi terkait untuk bisa lebih mengawal keberadaan Barcode aplikasi PeduliLindungi di tiga pintu masuk Kantor Walikota tersebut. Karena menurutnya aplikasi baru tanpa diimbangi pengawasan secara terus menerus akan sulit diterapkan ASN atau tamu yang berkepentingan. “Susah warga masyarakat kalau ndak diawasi, bablas-bablas begitu saja. Nanti kami akan koordinasikan dengan Satpol PP untuk lebih intensifkan lagi,” pungkasnya. (jun)