Ekspor Langsung, Sejarah Baru Perdagangan Internasional NTB

NTB membuat sejarah baru di sektor perdagangan luar negeri. Sebanyak 37.994 pcs kerajinan ketak dikirim langsung ke Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, ekspor non tambang dilakukan dalam jumlah cukup besar, dua kontainer langsung atas nama produk NTB. Selama ini, ekspor dilakukan atas nama daerah lain, sehingga berpengaruh terhadap komoditi NTB di pasar internasional.

SERPIHAN kendi berserakan di atas aspal saat Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., memecah kendi ke truk kontainer tanda pelepasan ekspor langsung produk berbahan baku ketak tujuan Arab Saudi di STIPark Banyumulek, Selasa, 16 November 2021. Hasil kerajinan ketak yang diekspor ini berupa tas yang dipesan PT. Sentral Logistik Lintas Timur (PT. SLLT) yang menjadi perwakilan Al Sahah International Trading Co. Ltd. di Riyad, Arab Saudi. Sebanyak 37.994 pcs tas ketak NTB produksi UKM UD Nusa Indah dengan melibatkan lebih dari 700 perajin ketak di Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Hadir juga pada pelepasan ekspor ini Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nasional (Dekranasda) NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Kepala Bank Indonesia NTB Heru Saptaji dan Kepala Dinas Perdagangan NTB Drs. H. Fathurrahman, M.Si.  Pada kesempatan ini, Gubernur juga menyerahkan langsung dokumen Surat Keterangan Asal (SKA) atas nama produk NTB kepada Abdul Hakim, Komisaris Utama PT. SLLT.

Pelepasan ekspor kerajinan ketak ini menjadi sejarah bagi dunia perdagangan internasional NTB. Bagaimana tidak, seluruh produk NTB yang diekspor ke sejumlah negara di dunia selama ini melewati daerah lain, sehingga secara langsung berpengaruh terhadap branding produk NTB di mata konsumen. NTB yang selama ini menjadi pengirim barang hanya bisa menjual, tapi kalah dari sisi branding. NTB punya barang, daerah lain punya nama.

Pada kesempatan ini, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menjelaskan, dengan ekspor langsung kerajinan ketak ini menguatkan tidak ada yang tidak bisa dilakukan di NTB. Sepeda listrik yang setara dengan produksi di berbagai negara maju pun, bisa dilakukan di NTB.

“Tidak ada yang tidak bisa dilakukan. yang paling penting adalah ada yang mau beli. Semua bisa dibuat. Asal ada kepastian pasarnya,” kata gubernur optimis.

Gubernur  sangat mengapresiasi kekompakan dan sinergitas berbagai instansi dalam mewujudkan ekspor produk lokal NTB termasuk Bank Indonesia NTB dan Dinas Perdagangan Provinsi NTB.

“Kita beruntung kita punya Mas Heru, pimpinan BI yang mampu menginisiasi, sehingga kita betul-betul berhasil dalam menggenjot ekspor. Berkat arahan bimbingan BI NTB serta Kepala Dinas Perdagangan yang makin mantap, mudah-mudahan ekspor kita makin meningkat,” tambahnya.

Ditambahkannya, produk-produk lokal NTB tidak akan pernah meningkat penjualannya, tanpa diekspor ke berbagai negara. Sebab, kegiatan ekspor akan membutuhkan ribuan produk hingga ratusan ribu produk yang akan dikirim ke berbagai negara. Sehingga para UMKM akan bergairah memproduksi produknya kalau sudah ada kepastian pasar yang bagus.

“Ekspor adalah kunci untuk meningkatkan nilai jual produk-produk para UMKM kita. Sehingga peluang pertumbuhan ekonomi akan semakin besar kalau kegiatan ekspor kita tinggi,” ujarnya.

Keberhasilan mengekspor kerajinan tas ketak ini dapat menjadi pemicu bagi produk kerajinan lainnya untuk diekspor di berbagai negara lainnya. Ini sebagai bukti bahwa NTB bukan hanya mampu memproduksi kerajinan tas tapi juga mampu menciptakan mesin-mesin canggih yang bisa bersaing dengan negara maju lainnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si. Menurutnya, perjuangan NTB mengekspor atas nama NTB berbuah manis. Untuk kerjasama langsung ekspor ini, diceritakannya prosesnya tidak mudah. Awalnya,  PT. SLLT yang selama ini mengambil kerajinan ketak dari pengusaha di Ubud, Bali penasaran dengan asal usul ketak – ketak yang dibelinya di Bali. Buntut penasarannya terjawab, bahwa ketak adalah hasil produksi para perajin di Lombok.

“Dari situ pihak PT. SLLT menemui saya. Komunikasi kita intens. Sampai disepakati pesanan sebanyak hampir 38.000 pcs. Ini kepercayaan yang luar biasa. Dan bisa kita wujudkan dengan waktu yang singkat. Didukung oleh Bank Indonesia,”  ujarnya.

Ketak ini sendiri sudah dikenal di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Seperti Yaman, dan Arab Saudi.

Keputusan cukup berani diambil Dinas Perdagangan melalui NTB Mall menerima pesanan tersebut. Sebab konsekuensi pesanan luar negeri adalah tersedianya produk sesuai kualitas, dan kuantitas serta terpenuhi dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Tentu tidak kecil persoalan yang dihadapi di lapangan untuk memenuhi permintaan tersebut dan menyeragamkan ukuran dan bentuk. Selain itu, bagaimana menyatukan kualitas produknya.

“Ini adalah permulaan yang luar biasa, ketika ini berhasil peluang lain akan terbuka. Terbukti setelah ketak, tertarik lagu buyer-nya memesan tas lontar di Suradadi Lombok Timur. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia supaya perajin diberikan pelatihan terkait kualitas produk yang diharapkan buyer,” ujarnya.

Dinas Perdagangan juga tengah mengkondisikan ketersediaan sumber bahan baku lontar dari Kabupaten Bima. Suradadi produsennya, Kabupaten Bima sebagai penyuplai bahan bakunya. Ekspor ketak yang sudah berjalan ini menurut kepala dinas tidak mudah. Tinggal menjaga kontinyuitas produksi untuk menjaga kepercayaan buyer luar negeri.

Ia meyakini, terbukanya langsung pasar luar negeri ini akan membuka peluang pasar bagi hasil kerajinan dan komoditas lainnya. Tinggal kabupaten/kota mempersiapkan dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk hasil-hasil kerajinan yang ada di daerahnya. Demikian juga BUMN atau lembaga keuangan lainnya diharapkan turut berpartisipasi mendukung kesiapan dari hulu hingga hilir.(bul)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah...

0
Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu seluas 22,3 are di jalan lingkar utara Karijawa Dompu diduga hendak diserobot warga. Sejumlah...

Latest Posts

Lahan PDAM Hendak Diserobot, Satpol PP Cari Pelaku yang Timbun Tanah Uruk di Lahan PDAM

Dompu (Suara NTB) - Lahan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten...

Pemprov NTB Dorong Peningkatan Waktu Kunjungan ke Gili Trawangan

Mataram (Suara NTB) – Tak cukup sehari dua hari,...

Polisi Tembak Tersangka Perampok dan Pemerkosa

Selong (Suara NTB) - Satuan Reskrim Polres Lombok Timur...

Triathlon Ironman 70.3, Diikuti Ribuan Peserta dari 32 Negara

Giri Menang (Suara NTB) - Perhelatan Triathlon Ironman internasional...

Lima Kapal Pesiar Dijadwalkan Singgah di Gili Mas

Giri Menang (Suara NTB) - Lima kapal pesiar dijadwalkan...