Dihantui Banjir Gunung, Warga Kota Bima Cemas

0
Wawali Bima, Feri Sofiyan dan warga berdialog terkait masalah dan solusi mengatasi banjir gunung di Lingkungan Salewi Kota Bima, Sabtu, 20 November 2021. (Suara NTB/uki)

Kota Bima (Suara NTB) – Wakil Walikota (Wawali) Bima, Feri Sofiyan SH, mendatangi Lingkungan Salewi Kelurahan Jati Baru Barat Kecamatan Asakota yang menjadi salah satu wilayah di Kota Bima langganan banjir gunung, Sabtu, 20 November 2021.

Selain meninjau serta mengecek kerusakan sarana dan prasarana pasca banjir gunung beberapa hari yang lalu, Wawali juga berdialog sekaligus menyerap aspirasi warga di ujung utara Kota Bima tersebut.

Pada kesempatan itu, para warga yang diwakili Ketua RT, menyampaikan isi hati mereka kepada Wawali. Salah satunya saat turun hujan mereka kerap dihantui banjir yang membawa material batu, kayu hingga lumpur dari pengunungan. “Hujan 15 menit saja rumah-rumah warga sudah tergenang banjir disertai material kayu, batu dan lumpur,” ujar Ketua RT 15, Sarila.

Ia mengaku kondisi tersebut terjadi sejak 2 tahun terakhir. Penyebab banjir gunung yang terjadi selama ini, lantaran kondisi hutan di dekat perkampungan telah gundul, yang dijadikan lahan area perladangan untuk menanam jagung. “Semoga kehadiran pak Wawali ini bisa memberikan solusi terkait kondisi yang dialami warga kami selama ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan, Ketua RT 16, Jairin. Ia menceritakan persoalan atau masalah yang dihadapi warganya saat memasuki musim hujan. Seperti rumah-rumah digenangi banjir bercampur lumpur dan bebatuan. “Jika hujan malam, kami tidak bisa tidur, takut banjir bercampur lumpur dan bebatuan yang turun dari lereng gunung,” ujarnya.

Ia menyampaikan harapan kepada Wawali agar segera membuatkan saluran irigasi dan drainase. Hal itu bertujuan agar genangan air banjir tidak masuk ke rumah-rumah warga, namun mengalir menuju sungai. “Kami harapkan juga ada bantuan bibit pohon, karena sejumlah warga yang memiliki ladang di atas gunung juga ingin kembali menanam karena menyadari tanaman jagung justru merugikan warga,” harapnya.

Setelah mendengar curhat warga, Wawali langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Bima untuk segera mengesekusi harapan serta keinginan warga, yakni mengangkat material sisa banjir gunung. “Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk membersihkan material sisa banjir sesuai keinginan dan aspirasi warga,” ujarnya.

Disamping itu, Ia juga mengingatkan warga agar meningkatkan kesadaran untuk menjaga hutan serta bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, salahsatunya tidak membuang sampah sembarangan. “Ladang-ladang jagung harus ditanam pohon yang lebih produktif seperti sirsak, mangga, jambu mete dan pohon yang mampu menahan banjir,” katanya mengingatkan. (uki)