29 Rumah Rusak akibat Hujan Disertai Angin Puting Beliung

0
Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, memimpin tim BPBD Loteng menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir dan puting beliung di Desa Kidang serta Bangket Parak, Minggu, 21 November 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sejumlah bencana alam mengiringi sukses gelaran ajang balap dunia World Superbike (WSBK) perdana di sirkuit internasional Mandalika kawasan The Mandalika, Jumat, 19 November 2021 hingga Minggu, 21 November 2021. Fenomena alam La Nina di awal musim penghujan di wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), menyebabkan sejumlah desa di daerah ini diterjang banjir.

Tidak hanya itu, hujan badai disertai angin puting beliung merusak puluhan rumah di dua desa, Kidang Kecamatan Praya Timur dan Bangket Parak Kecamatan Pujut, Sabtu siang. Sementara puluhan rumah lainnya terendam banjir. Tingginya curah hujan sempat mengganggu jalannya balapan WSBK.

Bahkan race 1 untuk WSBK di sirkuit internasional Mandalika, terpaksa harus ditunda hingga Minggu siang, dengan alasan hujan. “Total ada sekitar 29 rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung. 14 rumah di Desa Kidang dan 15 rumah di Desa Bangket Parak,” sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, H. Ridwan Makruf, kepada Suara NTB.

Sebagai upaya tanggap darurat, pihaknya sudah menurunkan tim untuk membantu warga yang terdampak. Dipimping langsung Bupati Loteng, H. L. Pathul Bahri, pada Minggu siangnya tim BPBD Loteng juga sudah menyalurkan bantuan darurat berupa material bangunan bagi warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung.

“Selain bahan makanan siap saji, BPBD Loteng juga sudah menyalurkan selimut, terpal serta material bangunan kepada warga terdampak. Terutama warga yang rumahnya rusak karena diterjang angin puting beliung,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan inventaris warga terdampak banjir dan angin puting beliung. Untuk mengindentifikasi kebutuhan apa saja yang diperlukan bagi warga yang terdampak. Baik itu yang rumahnya terkena banjir maupun yang tersapu angin puting beliung.

Melihat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, ia pun mengingatkan kepada masyarakat di daerah ini supaya lebih waspada. Karena saat ini intensitas hujan cukup tinggi dan berpotensi datang bersamaan angin kencang, bahkan petir. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang.

“Fenomena cuaca la nina ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang. Jadi kita ingatkan, masyarakat tetap waspada akan bahwa angin kencang, disertai hujan badai dan petir,” tandasnya seraya mengatakan, potensi hujan denngan intensitas tinggi hampir merata di semua wilayah di Loteng. Bukan hanya diwiilayah Loteng bagian selatan saja, tapi juga di wilayah tengah dan utara. (kir)

Tiitle Ads