Maksimalkan Potensi Pajak

0
M. Zaini (Suara NTB/dok)

REALISASI pajak dan retribusi di Kota Mataram perlu dilakukan intensifikasi. Instansi teknis perlu berinovasi agar potensi pendapatan asli daerah (PAD) bisa digarap secara maksimal.

Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, H. M. Zaini menyampaikan, organisasi perangkat daerah (OPD) dinilai sudah memiliki cara untuk mengintensifkan potensi PAD. Di antaranya, dengan cara inovasi dan terobosan pemanfaatan teknologi. Seperti pembayaran tunai beralih ke non tunai, penggunaan tapping box dan lain sebagainya. “Saya kira sudah ada inovasi SKPD mengintensifkan pajak dan retribusi daerah,” kata Zaini dikonfirmasi, Jumat, 19 November 2021.

Penyelenggaraan World Superbike (WSBK) menjadi momentum bagi pengusaha hotel dan restoran. Okupansi hotel meningkat. Hal ini berdampak positif terhadap perekonomian serta menggeliatnya ekonomi.

Namun politisi Partai Demokrat ini justru pesimis retribusi parkir akan terpenuhi. Sampai saat ini, realisasi baru Rp2 miliar lebih dari target Rp18 miliar. Dia mempertanyakan apakah target itu realistis atau sebaliknya. Jika tidak realistis perlu dikaji kembali. “Kalau memang tidak realistis perlu dikaji,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengapresiasi Dinas Perhubungan mulai melakukan pembenahan mulai dari penertiban juru parkir kurang bayar. Pembayaran retribusi parkir sebelumnya sistem tunai menjadi non tunai dan lain sebagainya. Potensi yang belum tergarap maksimal harus dioptimalkan kembali. “Saya kira banyak potensi yang perlu dimaksimalkan lagi,” imbuhnya.

Potensi terjadi kebocoran PAD baik dari sektor pajak dan retribusi perlu dihindari. Sistem pembayaran non tunai harus disosialisasikan ke masyarakat. Selain itu, pengusaha diminta menyetorkan pajak yang dititipkan oleh masyarakat. Sehingga, uang yang dititip dapat digunakan untuk pembangunan. “Pengusaha juga kooperatif melaporkan dan menyerahkan pajak yang dititip,” demikian kata dia. (cem)

Tiitle Ads