Distanbun Monitoring Hasil Pemberdayaan Petani Produsen Benih Padi

0
Kegiatan penanaman padi pada program P3BTP untuk varietas Impari 42. (Ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB melakukan monitoring hasil kegiatan Pengembangan Petani Produsen Benih Tanaman Pangan (P3BTP).

 

Pemantauan terhadap benih hasil pemberdayaan itu untuk komoditi padi di daerah Lombok Timur.

 

Pada program tahun ini adalah Padi Hibrida untuk varietas Impari 42 Agirtan GSR.

 

Monitoring dilakukan untuk mengecek proses penanaman sesuai dengan pola yang diarahkan, dilanjutkan pengecekan pertumbuhan sampai dengan pemanenan.

 

Bahkan termasuk proses panen dan penimbangan sampai siap jual dengan harga sesuai ekspektasi.

 

Sejumlah tempat sudah dilakukan monitoring dan evaluasi pencapaian program tersebut. Diantaranya pemberian benih padi kepada Kelompok Tani Kara Timur 1 Kareke.

 

Kemudian pemantauan penanaman padi Hibrida di kelompok tani yang sama,  pengecekan pertumbuhan hingga persiapan jelang panen.

 

Kegiatan ini  merupakan kegiatan padat karya dengan memberdayakan kelompok tani sebagai penangkar benih.

 

Skemanya, kelompok tani pelaksana bermitra dengan produsen benih yang akan mengambil calon benih dihasilkan oleh kelompok tani.

 

“Kegiatan ini adalah kegiatan swakelola dengan sistem bantuan dana atau transfer uang  ke rekening kelompok tani,” kata Kabid Tanaman Pangan Distanbun Provinsi NTB Lalu Mirza, Senin (8/11).

 

Hasil akhir dari kegiatan P3BTP adalah Petani dapat menghasilkan swasembada benih yang dihajatkan untuk pemenuhan kebutuhan benih diwilayah sendiri bahkan dapat dijual ke wilayah lain.

 

Jenis kelas benih yang rata-rata ditanam adalah Benih Pokok (Label Ungu) yang nantinya menjadi Benih Sebar (Label Biru).

 

Sejumlah daerah penerima  penerima Kegiatan P3BTP Tahun 2021 diantaranya adalah untuk Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

 

Tersebar di Bima untuk luas 100 hektar dengan jumlah empat kelompok tani (Poktan), kemudian Dompu dengan luas 50 hektar diperuntukkan bagi dua poktan, selanjutnya Kabupaten Sumbawa dengan luas 150 hektar untuk enam Poktan.

 

Tersebar juga untuk Pulau Lombok. Diantaranya di Lombok Timur dengan luasan 100 hektar untuk empat Poktan, selanjutnya di Lombok Tengah 50 hektar untuk 2 kelompok tani.

 

Sehingga total 450  luas area lahan dengan 18 poktan yang menerima pemberdayaan. (tim)