Loka POM Bima Rilis Capaian Pengawasan Obat dan Makanan

0
Kepala Loka POM Bima, Basuki Murdi Hartono, saat pose bersama jajaran, Senin, 1 November 2021, di Kantor Loka POM Kabupaten Bima. (Suara NTB/BPOM)

Bima (Suara NTB) – Loka POM Kabupaten Bima, merilis capaian pengawasan obat dan makanan sampai triwulan III tahun 2021. Baik terhadap sarana pendistribusian obat tradisional, kosmetik, pangan maupun pelayanan kefarmasian di Kabupaten/Kota Bima dan Dompu. Disamping giat rutin tersebut, Loka POM Bima intens memberikan edukasi serta pendampingan terhadap pelaku UMKM, bahkan telah berhasil membuat dua UMKM binaan mengantongi izin edar dari BPOM.

Kepala Loka POM Bima, Basuki Murdi Hartono kepada Suara NTB menyampaikan, berbagai kegiatan sudah dilakukan jajaran sampai triwulan ketiga tahun ini, baik berupa pengawasan, pendampingan maupun penindakan hukum.

Dari sisi pengawasan misalnya, Loka POM Bima sudah memeriksa 449 sarana produksi serta distribusi obat dan makanan. Meliputi 50 sarana distribusi obat tradisional, 58 sarana kosmetik, 54 pusat pelayanan kefarmasian dan 288 sarana distribusi pangan yang tersebar di Kabupaten/Kota Bima dan Dompu. “Kita juga sudah melakukan pemeriksaan sarana produksi industri MD 21, PIRT 19 sarana dan produksi obat tradisional sejumlah 2 sarana,” ungkapnya.

Pegawai Loka POM Bima saat melakukan pemeriksaan obat dan makanan. (Suara NTB/BPOM)

Disamping giat rutin tersebut, lanjut Basuki Murdi Hartono, terhitung sudah lima kali jajarannya melakukan sosialisasi terkait obat dan makanan yang aman dikonsumsi. Sasaran utama yakni warga lima kecamatan, seperti di Kecamatan Langgudu dan Lambitu Kabupaten Bima. Kemudian Kecamatan Rasanae Timur di Kota Bima, dan terakhir Kecamatan Huu serta Pajo di Kabupaten Dompu.

Tak hanya itu, Loka POM Bima juga turut berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan instansi pemerintahan untuk memberikan edukasi pada masyarakat. “Kegiatan KIE berupa pembagian brosur kami laksanakan dari awal tahun, bersamaan dengan pemeriksaan sarana distribusi dan produksi,” ujarnya.

Sementara menyangkut penindakan hukum serta pendampingan yang juga menjadi bagian dari tugas dan fungsi Loka POM Bima. Basuki Murdi Hartono menyebutkan, sampai triwulan ketiga akhir September kemarin, pihaknya telah menindak 2 kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin edar, yakni terkait peredaran kosmetik ilegal dan obat-obatan tertentu yang sering disalahgunakan. Salah satu dari kasus tersebut tuntas dan sudah dijatuhi vonis oleh Majelis Hakim, sedangkan kasus lainnya masih dalam proses “Pro Justitia”.

Terkait dengan proses pendampingan pelaku UMKM Obat dan Makanan, dari puluhan UMKM yang dibina baru dua di ataranya berhasil mengantongi izin edar dari BPOM. Sisanya masih terus berproses serta tetap dalam pendampingan Loka POM Bima. “Untuk pendekatan pada masyarakat, kami lakukan melalui sosial media. Kemudian untuk mempermudah konsultasi, permintaan informasi dan pengaduan terkait keamanan obat dan makanan masyarakat bisa langsung menghubungi kami melalui pesan WhaatsApp,” pungkasnya. (jun)