Cuaca Ekstrem Melanda Mataram

Mataram (Suara NTB) – Curah hujan ekstrem yang disertai angin kencang dan petir sepekan terakhir, membuat sejumlah kerusakan di Kota Mataram. Antara lain, tiga rumah warga di Kelurahan Bintaro rusak diterjang puting beliung, pun beberapa ruas jalan tertutup pohon tumbang serta tergenang air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mataram, Mahfuddin Noor kepada Suara NTB, Senin, 1 November 2021 menyampaikan, sesuai prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mataram akan diguyur hujan lebat dengan intensitas cukup tinggi.

Prediksinya, hujan mulai mengguyur sebagian besar wilayah kota sekitar pukul 14.00-16.00 Wita, bahkan bisa berlanjut sampai malam hari. “Intensitasnya agak lebat, kemudian ditambah angin kencang dan petir,” ungkapnya.

Dua hari lalu, lanjutnya, curah hujan ekstrem membuat sejumlah kerusakan, seperti tiga atap rumah warga di Kelurahan Bintaro terhempas angin puting beliung. Kemudian, terdapat pohon tumbang di Jalan Cokrominoto, Ahmad Yani dan simpang empat Monjok.

Selain beberapa persoalan tersebut, pada musim hujan ini ternyata masih ditemukan titik genangan air, seperti di tikungan patung tani Cakranegara dan satu titik di Taliwang. “Dampak hujan yang lebat ini ada beberapa titik genangan yang muncul, seperti di tikungan patung tani,” ujarnya.

Mengingat diawal musim hujan saja sudah ditemukan kerusakan pemukiman warga, tak menutup kemungkinan terjadi bencana alam susulan. Karenanya, sebagai langkah antisipasi dini BPBD telah mengaktifkan posko dan menyiagakan personel. Termasuk menyiapkan kebutuhan logistik untuk tanggap darurat.

Di Mataram, sebut Mahfuddin, sedikitnya ada 10 titik genangan air yang sudah dipetakan pihaknya pada tahun 2020 bersama Dinas PUPR. Titik itu tuntas teratasi lewat program normalisasi, namun sekarang muncul beberapa titik baru seperti di sekitar patung tani Cakranegara. “Perkiraan kita tidak jauh dari sedimentasi yang terjadi. Kemudian masih banyak sampah di saluran irigasi, itu yang perlu intens ditangani,” harapnya.

Terhadap warga termasuk pengguna jalan raya, ia berharap agar waspada dan tetap tenang menghadapi curah hujan ekstrem ini. Pun aktif memantau informasi perkembangan cuaca agar cepat mengambil langkah antisipasi. “Berikutnya tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (jun)



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

0
Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi varietas Padi Inpari Nutri Zinc. Varietas tersebut kaya nutrisi sehingga diharapkan dapat mencegah dan menurunkan...

Latest Posts

NTB Gencarkan Pengembangan Padi Inpari Nutri Zinc untuk Turunkan Angka Stunting

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pertanian telah berhasil memproduksi...

Sidang Desa Jero Gunung, Kades Akui Tanda Tangan Dipalsukan

Mataram (Suara NTB)- Kepala Desa (Kades) Jero Gunung, Amrullah...

100 KK di Ntobo Kota Bima Belum Tersentuh Jaringan Internet

Kota Bima (Suara NTB) - Kurang lebih sebanyak 100...

Desa Gemilang Informasi Publik, Ikhtiar Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik hingga Tingkat Desa

Mataram (Suara NTB)- Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik...

Dinas LHK NTB Apresiasi Keberhasilan Desa Semparu Terkait Tata Kelola Sampah

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui...