Masuki Musim Hujan, PDAM Dompu Dilematis Salurkan Air ke Pelanggan

Dompu (Suara NTB) – Memasuki musim hujan, PDAM Kabupaten Dompu mulai dihadapkan pada posisi dilematis akibat air yang diterima dari hulu memiliki tingkat kekeruhan di atas ambang batas. Keterbatasan bak pengolahan secara alami di daerah hulu dan kondisi keuangan yang terbatas membuat penyaluran air oleh PDAM Dompu di posisi dilema.

“Kita pada posisi dilema di musim hujan. Mau salurkan air, nanti dipersoalkan pelanggan karena keruh. Belum lagi ancaman mampet pipa kita akibat endapan lumpurnya. Ndak kita salurkan, pelang juga marah – marah karena ndak ada air. Mereka minta agar tetap dialirkan walaupun keruh,” kata direktur PDAM Dompu, Agus Supendi, SE kepada Suara NTB, Kamis, 28 Oktober 2021.

Dikatakan Agus, kekeruhan air pada musim hujan sudah melebihi ambat batas untuk bisa diolah. Pada saat banjir, antara air dan lumpur hampir sama. Sehingga ketika banjir tiba, PDAM langsung menutup jaringan dan membuangnya di pengolahan. Pada IPA Rora, ketika penutupan jaringan hanya butuh waktu 2 – 3 jam saat dibuka kembali bisa langsung mengalirkan air secara normal ke pelanggan. Tapi IPA Selaparang, butuh waktu 2-3 hari untuk bisa sampai ke pelanggan. “Bahkan kalau jaringan ke Kandai Dua Ginte, itu bisa sampai sepekan baru bisa mengalir normal,” ungkapnya.

Wakil Bupati Dompu, kata Agus, telah merekomendasikan perbanyak bak pengendapan di hulu. Sehingga air yang masuk ke pengolahan tidak terlalu keruh, sehingga proses penjernihan tidak membutuhkan waktu lama atau bahan kimia yang banyak. “Kalau saat ini, ketika hujan, selang dua jam, dibuang lumpurnya di bak pengolahan,” katanya.

Terkait bocornya pipa induk penghantar dari hulu ke bak pengolahan, dikatakan Agus, sudah ditangani. Bocornya pipa tersebut akibat alat eksavator yang membersihkan saluran dan sudah ditangani. “Airnya sudah mengalir sejak kemarin, tapi karena ditutup dari hulu, sehingga anggota kita sekarang masing membuka pentil agar angin palsu keluar dari dalam pipa,” jelasnya. (ula)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...