Vaksinasi Sudah ”Herd Immunity”, PTM di Ponpes Abhariyah dan SMPN 1 Gunungsari Tetap Terapkan Prokes

0
Zainuddin (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Vaksinasi di semua lembaga pendidikan terus digencarkan. Lantaran vaksinasi ini juga menjadi salah satu syarat untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh. Sejumlah sekolah baik negeri maupun swasta pun sudah mencapai herd immunity (70 persen murid dan guru tervaksin). Namun sekolah-sekolah ini tetap menerapkan prokes ketat dalam proses PTM.

Seperti di Ponpes Abhariyah Dusun Jerneng Desa Terong Tawah dan SMPN 1 Gunungsari. Pimpinan Ponpes Abhariyah Imam Kafali, mengatakan, semua santriwan dan santriwati hingga tenaga pengajar sudah tervaksin. “Santriwan dan santriwati sudah tervaksin,” jelasnya, Selasa, 26 Oktober 2021.

Jumlah santriwan dan santriwati di ponpes itu, terdapat 475 orang. Vaksinasi dilakukan lebih dulu terhadap tenaga pengajar, dan barulah para santriwan dan santriwati. Ratusan santri ini terdiri dari tingkat SMP, SMK dan Diniyyah.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Gunungsari Zainuddin, S.Pd., mengatakan progres vaksinasi di sekolahnya, sudah mencapai 86 persen untuk vaksin 1. Dari total siswa 629, 465 siswa sudah divaksin di sekolah dan 75 siswa divaksin di luar sekolah. Sedangkan satu orang usianya di bawah 12 tahun dan 15 siswa ditunda vaksinasinya, karena sakit. Dan ada juga 25 siswa ditunda vaksinasi karena alasan belum ada izin dari orang tua dan 48 siswa belum siap divaksin.

“Jadi capaian vaksinasi di sekolah kami 86 persen. Bahkan, sudah dimulai vaksinasi kedua. Sebanyak 406 siswa atau 64 persen lebih sudah divaksin kedua,’’ ujarnya.

Pembelajaran tetap terbatas dengan jumlah murid 50 persen dari kapasitas ruangan. Sistem yang dilakukan 50 persen pagi dan 50 persen siang, sehingga semua siswa bisa terlayani. Pihaknya tetap menerapkan prokes, meski Lobar sudah PPKM level 1 dan siswa yang sudah tervaksin di atas herd immunity. “Tetap menerapkan prokes,” jelas dia. (her)