Kapolri Kirimi NTB 20 Ton Oksigen

Mataram (Suara NTB) – Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengirim 20 ton oksigen cair untuk penanganan Covid-19 Provinsi NTB. Oksigen cair ini dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan pasien di rumah sakit. Tujuannya terus menurunkan angka keterisian tempat tidur.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal menyebutkan, bantuan oksigen ini dikirim menggunakan isotank. Jenderal bintang dua ini mewakili Kapolri menyerahkan bantuan kepada Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah, Senin, 20 September 2021.

‘’Untuk dipergunakan dalam penanggulangan Covid-19. Ini bentuk kerja bersama sehingga capaian kita luar biasa,’’ ujarnya dalam seremoni penyerahan yang turut disaksikan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Wagub NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Iqbal menyebutkan angka Bed Occupancy Rate (BOR) Provinsi NTB sudah semakin melandai. Oksigen cair ini sebagai antisipasi juga dapat dimanfaatkan untuk penanganan kesehatan lainnya. ‘’Ini bukan hanya untuk pasien Covid-19, tapi juga untuk pasien Covid-19 karena BOR kita semakin rendah,’’ jelasnya.

Sementara Gubernur mengatakan, penambahan stok oksigen ini sebagai salah satu langkah pemerintah agar tidak lengah menangani Covid-19. Meskipun laju penularan sudah terkendali. Ketersediaan stok oksigen mencukupi merupakan tanda kesiapsiagaan. ‘’Ini adalah sesuatu yang kita butuhkan sehingga secara psikologis kami merasa tenang,’’ ucapnya.

Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyebutkan, saat ini angka BOR Provinsi NTB sudah di bawah 10 persen. Tepatnya 9,26 persen. Pihaknya terus menjaga arus suplai meskipun permintaan kini sudah menurun. “Covid ini sulit diprediksi sehingga ini tetap bermanfaat,” ujarnya.

Data oksigenasi Provinsi NTB per 18 September menggambarkan ketersediaan oksigen di seluruh rumah sakit sebanyak 39.412 meter kubik atau setara 13,91 ton. Oksigen cair sebanyak 31.494 meter kubik, tabung kecil 174 meter kubik, tabung sedang 46 meter kubik, dan tabung besar 7,698 meter kubik.

“Sekarang pemakaian kita jauh lebih sedikit, totalnya 7.641 meter kubik. Masih lebih banyak stok oksigen kita. Jadi kebutuhan oksigen ini turun seiring angka BOR kita yang rendah,” terangnya.

Distribusi oksigen ini kemudian diserahkan kepada CV Bayu Bangun Sakti (BBS). Pemilik CV BBS Max Suparta menerangkan permintaaan oksigen kini sudah tidak lagi melonjak seperti dua bulan lalu. Pihaknya tidak lagi kewalahan untuk memenuhi kebutuhan.

“Stok kita sekarang 88 ton. Untuk kebutuhan bulanan kita sekarang 150 sampai 160 ton. Kemarin kan sempat sampai 400 ton sebulan. Jadi sekarang sudah tidak seperti beberapa bulan lalu,” urai Max. (why)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...