Meski Ditolak, Lima Trayek KSPN Pendukung KEK Mandalika Harus Tetap Jalan

0
Mahmud Abdullah.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Trayek KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) yang dijalankan oleh Perum Damri ditegaskan harus tetap dijalankan. Sebab pemerintah pusat (Kementerian Perhubungan) sudah memberi penugasan, salah satu hajatannya dalam rangka mendukung mendukung keberadaan proyek super prioritas, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi tuan rumah MotoGP.

Setelah diluncurkan lima trayek strategis nasional yang menghubungkan simpul-simpul destinasi wisata di Pulau Lombok akhir Juli 2021 lalu, sejumlah pelaku usaha angkutan umum menyampaikan penolakan, karena dirasa akan mematikan mereka.

Lima rute KSPN itu adalah trayek  Bangsal-Geopark Rinjani, dilayani 5 armada Damri 10 rate/hari dengan tarif Rp20.000. Trayek Terminal Kayangan-Mandalika yang dilayani 2 armada dengan 8 rate/hari dengan tarif Rp15.000. Kemudian trayek Epicentrum Mall- Mandalika yang juga dilayani 2 armada dengan 8 rate/hari dengan tarif Rp17.000. Dan dua operasional yang sudah berjalan sejak Januari 2021 adalah trayek Bandara Lombok-Bangsal, dan trayek Lembar-Mandalika dengan tarif Rp25.000.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Mahmud Abdullah menyampaikan, rute-rute KSPN ini adalah rute yang dibijaksanai secara nasional oleh pemerintah pusat melalui skema subsidi. Pemenang tendernya adalah perusahaan transportasi umum darat milik pemerintah, yaitu Perum Damri. Karena dianggap paling memenuhi syarat. Dari sisi standar pelayanan, ketersediaan armada.

Mahmud mengatakan, sebab menjadi kewenangan pusat, pemerintah di daerah tidak bisa berbuat banyak. Selain mendukung apa yang menjadi penugasan pemerintah pusat. “Kalau distop tidak dilayani rute ini oleh Damri. Tentu pemerintah menganggap ini wan prestasi. Sebenarnya soal ini tidak ada kaitannya dengan Dishub NTB. karena menjadi kewenangan pusat, dan pusat sudah tetapkan. Ya kita sebagai pemerintah daerah tetap mendukung,” ujarnya.

Disisi lain, rute-rute KSPN yang dilayani oleh Perum DAMRI ini adalah rute-rute yang selama ini tidak dilayani oleh pengusaha transportasi lokal. Karena dirasa tak mampu, Mahmud mengatakan, pemerintah pusat kemudian menetapkan Perum Damri sebagai pelaksananya.

Penetapan pemenangnya ditingkat pusat, tentu tidak hanya dilaksanakan di Lombok NTB saja. Di sejumlah daerah di Indonesia yang melayani rute KSPN juga dilaksanakan oleh operator pelat merah ini. Maka akan berat bagi perusahaan angkutan umum lokal, menyelenggarakan pelayanannya hingga di sejumlah daerah lainnya. “Damri yang dianggap paling siap dan sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat, ya kita mengawal saja,” demikian Mahmud. (bul)