Warga Mulai Antre Beli Oksigen untuk Isolasi Mandiri Covid-19

Mataram (Suara NTB) – Antrean oksigen medis eceran di Mataram mulai terjadi pada Sabtu, 7 Agustus 2021 seiring kebutuhan penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Salah satu distributor yang diserbu yakni distributor oksigen medis Bangun Bayu Sakti (BBS).

Pantauan Suara NTB, puluhan warga menenteng tabung oksigen ke gudang di Jalan Lingkar Selatan, Loang Balok, Sekarbela, Mataram. Antrean dimulai sejak pukul 09.00 Wita. Barisan pembeli oksigen makin mengular mulai pukul 13.00 Wita jelang dibukanya pelayanan bagi pembeli perseorangan.

Direktur RSUP NTB dr Lalu Herman Mahaputra, Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, dan Pemilik CV BBS Max Suparta, mengecek pengisian oksigen ke tabung-tabung saat pemantauan, Sabtu, 7 Agustus 2021.(Suara NTB/why)

“Saya antre dari pagi,” kata Hj. Heni. Warga Cakranegara ini mengantre untuk membeli oksigen bagi orang tuanya yang sudah sembilan hari dirawat di rumah. Sebelumnya, orang tuanya sudah 14 hari dirawat di rumah sakit.

“Hasil swabnya (tes usap) negatif. Tapi bapak saya ini sakit pneumonia, sakit paru-paru. Kalau satu hari itu butuhnya delapan tabung. Makanya saya rela mengantre dari pagi,” jelasnya.

Demikian juga dengan Kurniawan. Pria ini mengantre demi mengisi dua tabung oksigen ukuran 6,7 liter atau setara 1 kubik. “Di rumah ada enam orang yang isolasi mandiri,” ungkapnya.

Pemilik CV BBS, Max Suparta turun langsung menenangkan warga yang mengantre. Awalnya antrean mengular tidak teratur. “Sampai pagi pun tetap saya layani. Stoknya ada. Semuanya pasti kebagian,” terangnya.

Max menjelaskan pihaknya membuat kebijakan penjualan oksigen untuk perorangan mulai dibuka pukul 14.00 Wita. Jumlah pembelian pun tidak dibatasi tetapi hanya untuk tabung oksigen berukuran kecil atau 6,7 liter.

“Dari pagi sampai siang saya dahulukan rumah sakit dan Puskesmas yang memang ada kerja sama operasional. Prinsipnya, yang rumah sakit yang kita prioritaskan dilayani lebih dulu,” kata Max.

Dirreskrimsus Polda NTB, Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana memantau langsung proses distribusi oksigen ini. Menurutnya, ketersediaan stok oksigen masih aman meskipun dalam penggunaannya harus dengan penghematan.

“Hari ini ada datang 58 ton. Nanti tiga hari lagi ada datang lagi suplainya. Pada intinya kita pastikan stok untuk kebutuhan penanganan Covid-19 ini aman,” jelasnya.

Direktur RSUD NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra menekankan, pihaknya sudah menekankan Direktur rumah sakit milik pemerintah di kabupaten/kota untuk cermat dalam mengkalkulasi kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 ini.

“Kebutuhan berapa, stok yang ada berapa. Dihitung jumlah pasiennya dan masing-masing kebutuhannya. Kita harus cerdas mengatur ini agar stok oksigen kita tetap aman,” urainya. (why)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...