Tembakau Gagal Panen, Petani Curi Motor

0

Mataram (Suara NTB) – Petani tembakau AB alias Dolah (29) mencuri motor di tiga tempat di wilayah Kota Mataram. Pria asal Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah ini hendak mencari tambahan uang untuk melunasi cicilan pinjaman bank. Tanaman tembakaunya gagal panen.

Dolah mengaku menyewa tanah seluas 20 are untuk digarap sebagai lahan tanaman tembakau. “Tapi gagal panen karena hujan mendadak,” ujarnya berdalih, Senin, 3 Agustus 2021 setelah ditangkap Polresta Mataram. Dia punya pinjaman di bank untuk menggarap tanah tersebut. Baik untuk sewa lahan maupun modal bibit dan pupuk. “Pinjaman saya Rp15 juta,” imbuhnya. dia lalu beraksi mencuri motor untuk menambal iuran pinjaman.

“Caranya saya pakai kunci T. itu cuma butuh waktu 15 detik. Kunci T ini saya dapat dari teman. Saya tidak bisa buat sendiri,” ungkapnya memberi pengakuan. Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, Dolah ini bukan pemain baru dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. “Dia sudah tiga kali masuk penjara karena kasus yang sama,” ujarnya.

Kadek Adi menjelaskan, Dolah diduga mencuri motor di Pejeruk, Ampenan, Mataram. Modusnya, dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T. Dolah beraksi pada pagi hari sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat, 16 Juli 2021 lalu. Korban pada pagi itu sedang bersiap untuk pergi ke pasar. Motor diparkir di gang depan rumah dalam keadaan stang terkunci. Pada saat itulah Dolah beraksi mencongkel kunci kontak motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi DR 3557 CN.

“Pelaku ini memang sengaja berkeliling mencari tempat yang sepi dan aman bagi dia untuk melakukan pencurian,” kata Kadek Adi. Setelah penyelidikan, akhirnya diketahui Dolah pelakunya. Dolah kemudian diamankan dari rumahnya di Bilelando, Praya Timur, Lombok Tengah. Dolah sempat melakukan perlawanan. “Pelaku kita lumpuhkan,” ucapnya.

Dolah kemudian mendapat perawatan di RS Bhayangkara Mataram akibat luka tembak di betis kanannya. Rumah pelaku pun digeledah. Ditemukan barang bukti tanda nomor kendaraan, dan BPKB. “Kita duga berkaitan dengan tiga TKP lain yang diduga pelakunya mengkait ke AG ini,” tutup Kadek Adi. (why)