Pemkot Bima Minta Bantuan Pemprov NTB Atasi Kelangkaan Oksigen

Kota Bima (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bima meminta bantuan Pemprov NTB untuk mengatasi minimnya pasokan tabung oksigen medis di RSUD Kota setempat dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu dikatakan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi SE. Ia mengakui memang terjadi kelangkaan oksigen medis di Kota Bima. Untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTB.

“Tak hanya kelangkaan oksigen medis yang kita koordinasikan ke Pemprov, namun sejumlah kebutuhan lain yang berkaitan dengan penanganan Covid-19,” ujarnya, Jumat, 30 Juli 2021.

Lebih lanjut Ia mengakui, kelangkaan tabung oksigen medis menjadi salah satu faktor utama kendala yang dihadapi Pemkot Bima dalam menangani pandemi Covid-19, di tengah lonjakan kasus yang terus meningkat.

“Saat ini kami berusaha semaksimal mungkin mengatasi kekurangan atau kelangkaan oksigen medis ini, salahsatunya meminta bantuan Pemprov NTB,” ujarnya.

Lutfi menyebutkan berdasarkan data tim penanganan Covid-19 Kota Bima, tercatat ada sebanyak 216 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini ratusan warga itu menjalani karantina di RSUD Kota Bima serta isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2021, ada sebanyak 1.400 unit tabung oksigen yang telah habis terpakai untuk para pasien yang diisolasi. Dalam satu hari, satu pasien yang kondisinya kritis bisa menghabiskan delapan unit tabung oksigen.

“Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bima terjadi Bulan Juli ini. Meningkatnya kasus ini membuat stok tabung oksigen di RSUD Kota Bima semakin menipis dan habis,” ujarnya.

Apakah dana Covid-19 yang dialokasikan Pemkot Bima cukup ? Lutfi enggan menjawabnya. Kata dia anggaran refocusing untuk penanganan pandemi Covid-19 tahun 2021 mencapai Rp34 miliar.

Menurutnya anggaran itu dialokasikan ke beberapa item, seperti untuk kebutuhan tenaga kesehatan (Nakes) sebesar Rp12 miliar dan Rp8 miliar untuk Pemerintah Kelurahan. Sementara sisanya Rp14 miliar untuk kebutuhan RSUD Bima termasuk obat-obatan pasien dan kebutuhan lainnya.

“Kami pastikan anggaran Rp34 miliar untuk penanganan Covid-19 akan digunakan sesuai kebutuha, aturan serta ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (uki)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...