Hendak Dimediasi, Oknum Pengurus BPPD Loteng Kembali Mangkir

0
Direktur cabang PT. Tahta Rian Zaky, memberikan keterangan kepada awak media usai gagal mediasi dengan oknum pengurus BPPD di Polres Loteng, Jumat, 30 Juli 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Upaya penyidik Polres Lombok Tengah (Loteng) memediasi oknum pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Loteng dengan pihak pelapor, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan, Jumat, 30 Juli 2021, gagal terlaksana. Pasalnya, oknum pengurus BPPD selaku pihak terlapor, justru mangkir. Hanya pihak pelapor saja yang datang

Atas sikap tersebut, Direktur PT. Tahta Jaga Internasional Cabang Lombok, H. Rian Zaky, selaku pelapor kepada wartawan Jumat siang pun menegaskan pihaknya kini sudah menutup pintu untuk adanya mediasi kembali. Dan, kini menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut melalui proses hukum.

“Kita sudah berusaha untuk mau membuka mediasi terhadap persoalan ini. Tapi ternyata tidak ada respon. Jadi kita putuskan untuk menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada aparat penegak hukum melalui proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, awalnya mediasi akan dilaksanakan pada Kamis, 29 Juli 2021. Pihaknya pun sudah menyatakan kesanggupan untuk hadir. Hanya dari pihak terlapor yang tidak bisa hadir, karena ada kesibukan lain. Terlapor baru bisa datang pada hari Jumat. Sehingga oleh penyidik Polres Loteng diputuskan, mediasi digelar pada hari Jumat.

Namun pada kenyataan, pihak terlapor justru tidak hadir. Padahal sebelumnya sudah menyatakan siap dan sanggup untuk datang. Atas sikap tersebut pihaknya kemudian berkesimpulan kalau pihak terlapor tidak punya iktikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini. “Jadi ya sudah kita serahkan proses ini melalui proses hukum. Tidak ada lagi mediasi, karena toh juga pihak terlalu tidak mau menyelesaikan persoalan ini dengan jalan mediasi,” tambahnya.

Zaky pun membeberkan terkait dugaan penipuan yang dilakukan oknum pengurus BPPD Loteng tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah menjalani kesepakatan bekerjasama menggarap tiga kegiatan di Loteng. Mulai dari pembangunan homestay sebanyak 76 unit senilai Rp13,6 miliar,  pengadaan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 senilai Rp5,3 miliar serta kegiatan pameran dengan estimasi kebutuhan anggaran Rp3,5 miliar.

Pihaknya sudah menandatangi kontrak kerjasama untuk pelaksanaan ketiga kegiatan tersebut. Tapi kegiatan sudah berjalan, namun di tengah jalan oknum pengurus BPPD Loteng tersebut justru melanggar kesepakatan. Dan, belum ada sepeser pun terlapor membayar kegiatan yang sudah dilaksanakan sesuai kesepakatan kontrak.

Upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara keluargaan pun sempat dilakukan. Namun tidak membuahkan hasil. Sampai kemudian pihaknya memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polres Loteng, dengan tetap membuka jalur mediasi. Tetapi tetap saja tidak ada penyelesaian.

“Laporan yang sudah masuk baru soal dugaan penipuan dan penggelapan terkait kegiatan pameran di kawasan The Mandalika. Untuk kegiatan yang lain, menyusul laporkan ke Polres Loteng,” tutupnya.

Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan kalau ada mediasi antara oknum pengurus BPPD Loteng pelapor di Mapolres Loteng. Hanya saja pihaknya belum tahu hasil secara detail. Karena belum mendapat laporan hasil mediasi. “Ya, memang tadi ada mediasi. Tapi belum ada laporan soal hasil mediasinya seperti apa. Nanti kita cek dulu,” jawabnya singkat. (kir)