Gaet Wisatawan, Sunset Lake Kerandangan Sediakan Wahana Perahu Bebek

0
Lokasi wisata Sunset Lake Kerandangan Desa Senggigi ini menyediakan wahana perahu bebek.

Giri Menang (Suara NTB) – Selain mengandalkan daya tarik pemandangan pantai, kawasan wisata Senggigi Kecamatan Batulayar juga memiliki muara pantai yang membentuk seperti danau kecil yang dinamakan Ekowisata Sunset Lake Kerandangan. Di lokasi wisata yang berlokasi di Desa Senggigi ini, pihak Pemdes Senggigi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat menyediakan wahana baru. Selain berfoto, pengunjung bisa menjajal wahan perahu bebek dayung yang disediakan di lokasi itu.

Lokasi ini sendiri sebuah muara pantai yang ditumbuhi pohon kelapa dan pohon-pohon besar. Meski tergolong baru, tetapi tempat ini tidak kalah dengan tempat-tempat wisata lainnya. Hamparan pasir yang cukup luas juga semakin menambah keindahan Sunset Lake. Dengan suasana yang dimiliki lokasi wisata ini diharapkan lambat laun mampu menyedot pengunjung. Seiring juga dengan lokasi itu yang kian dikenal oleh masyarakat.

“Ke depannya kami akan tata tempat ini dengan sebaik mungkin sehingga pengunjung semakin merasa nyaman jika hendak berlibur,” ungkap Kepala Desa Senggigi terpilih, Mastur, SE.

Dikatakan Mastur, bahwa bebek dayung yang disediakan Pemdes ini sebagai langkah awal untuk memajukan pariwisata di pantai Kerandangan Desa Senggigi. “Di masa pandemi ini keadaan pantai agak sepi jadi harapan kami dengan adanya wahana seperti ini, pengunjung semakin ramai,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Batulayar, Afgan Kusumanegara saat mengunjungi lokasi wisata itu pada Sabtu, 31 Juli 2021 mengatakan, di danau kecil itu pihak Pemdes melalui BUMDes setempat menyediakan fasilitas bebek-bebekan. “Dan itu menjadi daya tarik tersendiri di tempat ini. Banyak wisatawan dari beberapa daerah yang sengaja datang hanya untuk mencoba menaiki bebek dayung itu,” jelasnya.

Ia menyempatkan berkeliling Sunset Lake sambil sesekali memfoto pemandangan sekitar. Dirinya berharap agar warga sekitar bisa bergotong-royong untuk membersihkan danau kecil tersebut dari sampah maupun dari lumut sehingga danau itu bisa terlihat semakin indah dan punya nilai jual. “Saya iimbau masyarakat untuk tidak merusak pepohonan di pinggiran termasuk pohon pandan sebab pohon pandan yang sudah usianya tua ini juga menjadi daya tarik yang langka,” ujarnya.

Selain itu, Afgan menekankan, warga jangan sampai merusak pohon-pohon bakau atau gabus yang ada di situ, karena di sana nantinya tempat ikan-ikan bertelur atau bermain, sehingga para pengunjung tidak hanya disuguhkan untuk main perahu bebek, te tapi juga bisa memancing di tempat itu. “Saya berpesan kepada Kepala Desa Senggigi terpilih nantinya agar lebih memperhatikan tempat ini karena ini bisa jadi aset desa dan menjadi pariwisata unggulan di Desa Senggigi ini,” imbuhnya. (her)