Pemakaian Oksigen di Lobar Meningkat

Giri Menang (Suara NTB) – Pemakaian oksigen di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) meningkat selama pandemi Covid-19. Peningkatannya sangat signifikan mencapai 100 persen. Untungnya stok oksigen masih aman.

Namun demikian, pihak kepolisian tetap meningkatkan pengamanan dan pemantauan pendistribusian oksigen ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Seperti penimbunan yang terjadi  di sejumlah daerah di Indonesia.

Direktur Utama RSUD Tripat, Arbain Ishak  mengatakan stok oksigen di RSUD masih aman. Di mana stok oksigen di rumah sakit mencapai 2,3 ton. Karena selama ini pihaknya berupaya berkomunikasi baik dengan penyedia oksigen, sehingga pengisian selama ini lancar. Selain itu, pihaknya melakukan efisiensi penggunaan oksigen. “Karena penggunaan oksigen saat ini sudah tinggi, 1,2 ton sehari selama pandemi ini. Sebelum pandemi penggunaan oksigen 600 kilogram . Naik 100 persen,” ujarnya.

Peningkatan pemakaian oksigen ini karena banyak tersedot untuk ventilator perawatan pasien covid-19. Ventilator yang dimiliki sebanyak tiga ruang. Pihaknya sendiri memiliki tabung penyimpanan oksigen kapasitas 6 ton. Namun biasanya diisi tidak full, karena diisi sekitar 2,3 ton. Begitu stok oksigen ini terpakai sebagian, diisi lagi sehingga tidak pernah kosong.

Diakui kondisi kapasitas oksigen ini diragukan oleh dokter, akan tetapi pihaknya sudah koordinasi dengan penyedia untuk memastikan ketersediaan stok oksigen ini. “Di samping kita juga punya oksigen konsentrat, bantuan dari Kemendagri. Itu yang kita pakai membuat oksigen. Kami produksi oksigen sendiri, meskipun kapasitas kecil tapi paling tidak itu cukup membantu,” imbuhnya. Sejauh ini ini belum ada bantuan oksigen dari pusat dan Pemprov. Jika ada bantuan oksigen, pihaknya akan tetap mengambil.

Sementara itu Kapolsek Gerung, AKP Syaripuddin Zohri mengatakan pihaknya intens untuk melakukan pengamanan di tempat pengisian oksigen yang berlokasi di Desa Giri Tembesi. Karena tidak hanya dari Lobar yang mengambil di sana, namun juga dari berbagai daerah di NTB. “Karena sempat yang dari Bima lama menunggu, sempat ribut sehingga kami diminta pengamanan,” ujarnya.

Dikatakan, tidak saja mengamankan tempat pengisian oksigen, namun juga hingga pendistribusian. Pihaknya memperketat pengamanan pendistribusian oksigen mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab. Seperti terjadi gejolak dan penimbunan. “Sejak awal kami ditekankan untuk memonitor setiap pendistribusian oksigen, anggota kami intens memonitor kemana-mana saja didistribusikan. Karena jangan sampai disalahgunakan (ditimbun),” ujarnya. Untuk sementara ini, penggunaan oksigen masih normal. Tidak ada ditemukan praktik penimbunan. Namun demikian pihaknya tetap melakukan langkah-langkah pencegahan. (her)




Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Latest Posts

Inilah Model Baju Koko Terbaru Tahun 2022

Model baju koko terbaru selalu muncul hampir di setiap...

Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Harus Terintegrasi dalam Dokumen Perencanaan

Mataram (Suara NTB)-Kementerian BPN/Bappenas terus mendorong pemerintah daerah di...

Jadi Tuan Rumah Berbagai Event Internasional, Bukti Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur di NTB

Mataram (suarantb.com)—Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB menjadi salah...

Gali Pesan yang Tersirat dan Tersurat Lewat Pameran Wastra

Mataram (Suara NTB) – Pameran wastra NTB resmi dibuka...