Simpan Narkoba, Guru Honorer Asal Lotim Dibekuk Polisi

0
Aparat Polres Loteng mengamankan oknum guru honorer asal Lotim di kamar sebuah penginapan di kawasan wisata Kuta, atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Seorang oknum guru honorer asal Lombok Timur (Lotim), MJ., dibekuk Tim Cobra Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng), Jumat, 2 Juli 2021. Pria 42 tahun tersebut diketahui menyimpan narkoba jenis sabu-sabu. Terduga pelaku kini sudah ditahan di Mapolres Loteng, bersama barang bukti narkoba sebera 6,7 gram serta uang jutaan rupiah.

Terduga pelaku ditangkap di salah satu penginapan di kawasan wisata Kuta, Pujut, Loteng. Kuat dugaan pelaku hendak mengedarkan narkoba tersebut di kawasan wisata andalan Loteng tersebut. “Terduga pelaku berprofesi sebagai guru honorer,” sebut Kasat Resnarkoba Polres Loteng, Iptu Hizkia Siagian, SIK, Sabtu, 3 Juli 2021.

Polisi awalnya mendapat laporan warga kalau ada warga asal Lotim yang diduga menyimpan narkoba. Mendapat laporan tersebut, polisi kemudian bergerak menuju tempat terduga pelaku menginap. Setelah melakukan pengepungan, sekitar pukul 17.30 wita, polisi langsung menggerebek terduga pelaku.

Kedatangan aparat yang tiba-tiba membuat terduga pelaku kalang kabut. Saat polisi melakukan penggerebekan, terduga pelaku tengah membungkus narkoba. Untuk mengelabui aparat, terduga pelaku sempat berusaha menghilangkan barang bukti. Dengan membuang narkoba yang sudah dalam bentuk paket siap jual tersebut, ke luar kamar.

“Saat kami masuk, terduga pelaku ditemukan sedang membungkus narkoba dan sempat mengelabui kami dengan cara membuang narkoba tersebut sesaat sebelum dilakukannya penggeledahan badan terhadapnya,” ucap Hizkia.

Namun demikian, aparat tidak kalah jeli. Usai memerisak pakain dan badan terduga pelaku, polisi memeriksa setiap sudut kamar setelah berkoordinasi dengan pemilik kamar. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan empat paket kristal putih terbungkus plastik klip yang diduga narkotika jenis sabu-sabu di atas meja kamar pelaku, dengan berat kotor 6,79 gram.

Ada juga uang tunai sebesar Rp1,2 juta yang diduga hasil penjualan narkoba. Atas temuan tersebut, terduga pelaku tidak bisa mengelak dan akhirnya mengakui kalau narkoba tersebut merupakan miliki. “Setelah diperiksa, terduga pelaku mengakui kalau barang haram tersebut merupakan miliknya,” tandasnya. (kir)