Perangi Narkoba, Wabup Minta Peran Aktif Masyarakat

0

Selong (Suara NTB) – Pemda Lombok Timur (Lotim) mengatensi peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin, S.H., meminta peran aktif masyarakat untuk menyikapinya.

Wabup mengapresiasi atas terbentuknya enam kampung tangguh anti Narkoba di Kabupaten Lotim yang diprakarsai Polres Lotim. Ia berharap enam pilot project ini dapat diikuti kampung-kampung lainnya yang ada di Lotim karena kondisi saat ini peredaran narkoba dalam posisi yang mengkhawatirkan.

Hal tersebut disampaikan Wabup usai acara peluncuran Kampung Tangguh Anti Narkoba yang berlangsung, Senin, 28 Juni 2021 sebagai rangkaian peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2021.

Wabup mengingatkan pula pentingnya peran masyarakat, khususnya orang tua, memerangi penyalahgunaan narkoba. Masyarakat tidak dapat hanya mengandalkan peran aparat penegak hukum yang jumlahnya masih terbatas. Menurut wabup,  kerja sama penegak hukum dengan masyarakat harus diintensifkan dalam upaya tersebut. “Satu tekad untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ungkap wabup.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung keberadaan kampung tanggung anti narkoba melalui surat edaran Nomor : 338/183/ KBPDN/2021 tentang Kampung Tangguh Bersih Narkoba. Dalam salah satu poinnya, edaran tersebut meminta setiap desa membentuk Satgas Kampung Tangguh Bersih Narkoba. Poin lainnya adalah bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan aparat TNI/Polri mengampanyekan bahaya penyalahgunaan narkoba melalui forum-forum yang ada di wilayah masing-masing.

Kampung Tangguh Anti Narkoba digagas Kapolri, termasuk berkaca pada Kampung Tangguh Covid-19 untuk mencegah semakin meluasnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. (yon)