Moratorium Penebangan Hasil Hutan Kayu, 15 Kubik Kayu Sonokeling Sumbawa Gagal Diselundupkan ke Jawa Timur

0
Barang bukti truk pengangkut kayu Sonokeling diamankan di kantor Dinas LHK Provinsi NTB, Senin, 26 April 2021 hasil operasi gabungan Lanal Mataram, KPH Rinjani Barat, dan Dinas LHK Provinsi NTB dalam upaya tindaklanjut moratorium penebangan dan peredaran hasil hutan kayu.(Suara NTB/Dinas LHK Provinsi NTB)

Mataram (Suara NTB) – Tim gabungan Lanal Mataram, KPH Rinjani Barat, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB menggagalkan upaya penyelundupan 404 batang kayu Sonokeling atau setara 15 kubik. Kayu yang berasal dari Moyo Hulu, Sumbawa hendak dibawa ke Bondowoso, Jawa Timur.

Kasi Gakkum Dinas LHK Provinsi NTB Astan Wirya mengatakan, jumlah kayu nantinya masih akan diukur dan diuji ulang ahli. “Itu keterangan dari dokumen angkut yang dia bawa,” ungkapnya, Selasa, 27 April 2021. Kasus terungkap dari operasi gabungan pada Senin, 26 April 2021. Truk pengangkut kayu dihentikan saat melintas di depan GOR Turida Jalan TGH Faisal, Sandubaya, Mataram. Truk bernomor polisi P 8750 VB ini sudah terpantau anggota intel Lanal Mataram sejak dini hari. Truk itu memuat kayu Sonokeling asal Desa Leseng, Moyo Hulu, Sumbawa.

“Berdasarkan surat-suratnya, kayu ini tujuan pengirimannya untuk CV AG di Bondowoso, Jawa Timur. Pemilik kayunya sedang kita telusuri,” kata Astan. Supir truk berinisial IS (42) diamankan untuk dimintai keterangannya. Surat-surat itu, sambung dia, hanya pengantar dari Sumbawa. Namun surat itu dibungkus dengan amplop yang menunjukkan perusahaan tujuan dan alamatnya. “Untuk pelaku dan jaringannya, kita masih dalam rangka pengembangan,” sebutnya.

Astan mengatakan operasi gabungan ini sebagai tindaklanjut dari Instruksi Gubernur NTB No188.4-5-75/KUM tanggal 18 Desember 2020. “Menindaklanjuti moratorium penebangan dan peredaran hasil hutan kayu,” tutupnya. (why)