Terjerat Kasus Narkoba, Oknum ASN di Lobar Diberhentikan

0
Ilustrasi Narkoba (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lombok Barat (Lobar) yang ditangkap aparat lantaran terlibat kasus narkoba bertambah. Sebelumnya, oknum ASN inisial INA (46) yang bertugas di Dinas Kesehatan telah ditetapkan tersangka dan ditahan, karena terjerat Kasus narkoba. Selain INA, baru-baru ini ASN Lobar inisial S yang bekerja di Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) juga ditangkap lantaran kasus serupa.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD dan PSDM) Syahrudin mengatakan, pihaknya belum mengetahui oknum ASN yang baru-baru ini ditangkap polisi, krena terlibat narkoba. Pasalnya ia belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari aparat berwajib. “Secara resmi Belum ada laporan masuk ke kami,” akunya, Jumat, 9 April 2021.

Diakui dengan ditangkapnya satu ASN ini, jumlah ASN Lobar yang tertangkap karena kasus narkoba bertambah menjadi dua orang. Sebelumnya, oknum ASN insial INA juga ditangkap karena kasus yang sama.

Untuk INA, pihaknya sudah menjatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara dari status ASN dan pemotongan gaji 50 persen. “Sudah kita tindak, jatuhkan sanksi pemberhentian sementara dan pemotongan gaji,” kata dia.

Penjatuhan sanksi ini diberlakukan atas dasar, bersangkutan sudah ditetapkan tersangka dan ditahan kepolisian. Untuk sanksi selanjutnya, apakah diberhentikan permanen menunggu keputusan inkracht dari pengadilan. “Begitu sudah divonis dan memenuhi ketentuan diberhentikan permanen, maka diberhentikan dan gaji distop total,” tegasnya.

Sebelumnya, 15 aparatur PNS selama dua tahun terakhir antara 2018 dan 2019 diberhentikan karena pelanggaran indisipliner.  Dimana dari 15 ASN yang diberhentikan itu, 7 orang ASN telah diberhentikan selama tahun 2018.Sedangkan di tahun 2019, terdapat 8 ASN yang diberhentikan dengan hormat maupun tidak hormat. Sanksi yang diberlakukan bagi PNS yang malas masuk kerja.

Terkait pelanggaran disiplin pegawai di jajaran Pemkab Lobar, terhitung sejak 2018 hingga 2019 mengalami peningkatan, terutama menyangkut disiplin dalam bekerja. Untuk tahun 2018 terdapat 10 kasus pelanggaran, sedangkan di 2019 diketahui sebanyak 31 kasus pelanggaran. (her)