Demi Kemaslahatan, Dua Cucu Pendiri NW Sepakat Berdamai

0
TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi dan RTGB. KH. M. Zainuddin Atsani bertemu untuk membuat kesepakatan antara kedua pihak. TGB menyepakati nama organisasi NWDI di Pancor. Sementara RTGB tetap menggunakan NW di Anjani. Kedua nama itu merupakan karya Pahlawan Nasional, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, Senin, 23 Maret 2021.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) -Perseteruan dualisme organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang telah terjadi puluhan tahun akhirnya menemui solusi. Hari ini dua orang simbol di antara kedua kubu, yakni TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi dan RTGB. KH. M. Zainuddin Atsani bertemu untuk membuat kesepakatan antara kedua pihak. Keduanya merupakan cucu Maulana Syekh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang mendirikan NW, NWDI dan NBDI.

Dari pihak TGB menyepakati nama organsasi yakni Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) berpusat di Pancor. Sementara RTGB tetap menggunakan Nahdlatul Wathan (NW) berpusat di Anjani. Kedua nama itu merupakan karya Pahlawan Nasional, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

“Alhamdulillah suasananya baik penuh persaudaraan, saling memaafkan, saling menghargai, saling mengakui. Keduanya memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syaikh. Kemarin ada satu organisasi dengan dua kepengurusan. Sekarang ada NW dan NWDI,” tulis TGB dalam WA yang beredar di berbagai grup yang diterima Suara NTB, Selasa, 23 Maret 2021.

Pada kesempatan itu, keduanya membuat akta kesepakatan untuk tetap meneruskan perjuangan pahlawan nasional yang populer dengan panggilan Tuan Guru Pancor. “Itu semua ada dalam akta kesepakatan perdamaian,”sambung TGB.

Disebutkan, keduanya mengakui keabsahan dan legalitas satu sama lain. Saling menghormati,menghindarkan silang sengketa dan perselisihan. “Insya Allah bergandengan tangan. Untuk kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa,”ungkap TGB.

Ditegaskan pula, saat ini semua Nahdliyin bebas memilih afiliasi dari semua lembaga yang dimiliki kader di seluruh panjuru Nusantara tanpa ada pemaksaan atau intimidasi dari organsasi.

“Sekolah, madrasah, majelis taklim, panti asuhan, dan seluruh amal usaha Nahdlatul Wathan memiliki kebebasan untuk memilih menginduk kemana, apakah ke NW atau NWDI,”tegasnya.

“Tidak boleh ada intimidasi, persekusi, bullying, pengaduan ataupun laporan apapun terkait satu dengan yang lain. Ini jalan terbaik saat ini. Semoga Allah memberi ridhoNya,”tutup TGB.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Dr. HM. Djamaluddin.,M.kom menegaskan hal itu bukan islah organisasi. “Ini semua untuk menghindari mudarat yang lebih besar karena posisi keduanya setara di mata hukum dan tidak ada tuntut menuntut, membully dan lainnya,” tegas adik kandung TGB itu.

Sebelum kesepakatan hari ini, organisasi NW ada yang memegang SK Menkumham dan sekarang tetap dipegang oleh RTGB. Zainuddin Atsani yang bertempat di Anjani. Sementara kekarang Pancor memilih nama organisasi NWDI. “Jadi ini bukan islah tapi perdamaian,” pungkas zurriyat Pahlawan Nasional itu.

Sementara dari pihak NW di Anjani belum memberikan komentar terkait perdamaian yang berlangsung di Kota Mataram itu. Pantauan Suara NTB, di kediamannya di Anjani, RTGB Lalu Gede Zainuddin Atsani tiba sekitar pukul 13:00 Wita usai menandatangani perdamaian tersebut. Akan tetapi RTGB langsung masuk ke kediamannya untuk beristirahat.

“Tuan guru saat ini tidak bisa di wawancara, beliau sedang istirahat sehabis perjalanan dari Mataram,”terang Ihksan, ajudan RTGB kepada Suara NTB siang tadi. (yon/r)