Klinik Tani Binaan Pertamina Sukses Perbaiki Kualitas Lahan Pertanian di NTB

0
Percontohan budidaya cabe di Klinik Tani di Jl. TGH. M. Amin Ismail, Suryawangi, Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB sebagai binaan PT. Pertamina (Persero).

Mataram (Suara NTB) – PT Pertamina (Persero) melalui program kemitraan membina hampir seluruh sektor usaha mikro dan kecil (UMK), salah satunya yakni sektor pertanian. Hingga akhir Januari 2021, Pertamina telah membina lebih dari 8 ribu UMK di sektor pertanian. UMK ini dibina intensif dengan berbagai program agar menjadi UMK naik kelas.

Salah satu binaan yang berkecimpung di sektor ini adalah Amrullah Fiqri. Pemilik UMK Klinik Tani di Jl. TGH. M. Amin Ismail, Suryawangi, Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB ini memiliki tekad yang kuat untuk mengembangkan potensi pertanian di kampung halamannya.

“Tahun 2016 setelah menyelesaikan studi S2 di Malang saya kembali ke NTB untuk mengabdi. Setelah eksplorasi lingkungan setempat, ternyata saya menemukan produktivitas lahan sudah kritis. Oleh sebab itu saya mengumpulkan beberapa sarjana pertanian untuk membentuk sebuah tim work. Kami buat percontohan budidaya cabai dengan menyediakan seluruh bahannya,” cerita Fiqri.

Akhirnya, tujuan utamanya pun berhasil tercapai. Kualitas lahan pertanian di sekitar kampung halamannya makin membaik. Terutama setelah Fiqri menggunakan pupuk organik hasil dari formula yang dibuat Fiqri bersama rekan-rekannya di Klinik Tani.

“Masalah kesulitan mendapat produk pertanian di wilayah kami pun ikut terselesaikan karena Klinik Tani ini juga memproduksi dengan volume cukup banyak,” imbuhnya.

Sebelum menjadi mitra binaan Pertamina, ia mampu menghasilkan pupuk organik sebanyak 1.000 karung/ bulannya. Setelah menjadi binaan, produknya pun meningkat hingga tiga kali lipat menjadi 3 ribu karung/ bulan. “Ini juga berimbas pada omzet yang saya dapat meningkat 100 persen menjadi sekitar Rp20 juta tiap bulannya,” imbuh alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Perkembangan usahanya itu pun berimbas pada banyaknya lapangan pekerjaan yang disediakan. Hingga kini sudah ada delapan orang warga sekitar yang ia jadikan karyawan. Hal ini menjadi salah satu wujud penerapan SDGs poin depalan yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Sekaligus juga implementasi ESG di bidang sosial.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto mengapresiasi langkah bisnis yang dijalani oleh Amrullah Fiqri. Menurutnya, semangat dan tekad untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kampung halaman patut ditiru.

“Program Kemitraan Pertamina akan mendukung penuh upaya potensi-potensi serupa dengan pembinaan dan pendampingan hingga UMK ini bisa naik kelas,” tuturnya.

Menurut Agus, melalui program kemitraan ini, Pertamina ingin dapat senantiasa menghadirkan energi yang menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

“Pertamina akan mendukung para UMK Indonesia agar lebih berdikari dengan pendampingan intensif yang kami berikan hingga UMK mampu naik kelas,” pungkasnya. (bul)