Kajian DLHK Lotim: Petani Sudah Tidak Ada yang Dirugikan

0
Zaedar Rohman. (Suara NTB/dok)

Selong (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lombok Timur (Lotim) melakukan kajian dan tinjauan lapangan berulang-ulang terhadap areal tambang mineral bukan logam dan batuan (MBLB) di kali Rumpang Desa Korleko. Hasil pertemuan terakhir beberapa waktu lalu dengan para petani pengguna air disimpulkan sudah tidak ada lagi yang merasa dirugikan.

Hal ini dikemukakan Kepala DLHK Lotim M. Zaidar Rohman menjawab Suara NTB, kemarin. Diketahui aktivitas tambang yang sempat diminta stop oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah setelah mendapatkan informasi dari Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy sewaktu berkunjung ke Korleko tanggal 10 Februari lalu.

Zaedar menuturkan, hasil kajiannya sudah dilaporkan ke Bupati Lotim. Mengenai apakah akan distop atau tidak, DLHK Lotim menanti arahan Bupati. “Kita masih menunggu arahan Pak Bupati, hasil pertemuan sudah kami laporkan,” paparnya.

Pertemuan terakhir difasilitasi DLHK Lotim dengan menghadirkan pihak-pihak terkait. Antara lain, pihak Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A), gabungan kelompok tani (Gapoktan), perwakilan petani lainnya, tokok masyarakat, camat dan dipimpin langsung oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Lotim, Haris.

Pada saat awal kemunculan penambangan, petani dua Desa yakni Desa Korleko dan Tirtanadi Kecamatan Labuhan Haji yang banyak terkena dampak. Air sungai rumpang sebagai satu-satunya aliran irigasi dan untuk memenuhi kebutuhan lainnya keruh dan tidak bisa digunakan. Kondisi ini pun membuat petani marah dan sempat melakukan pengerusakan alat berat penambang.

Setelah melakukan mediasi, akhirnya sudah ditemukan kesepakatan. Para penambang dinilai sudah ada itikad baik untuk memperbaiki cara atau teknik penambangan. Semua hal yang dianggap menjadi penyebab pencemaran sungai sudah bisa diatasi.

Ketua Asosiasi Penambang Pasir (APP) Lotim, H. Maidy yang dikonfirmasi terpisah mengatakan semua aktivitas penambangan yang dilakukan di Korleko ini sudah memenuhi standar teknik penambangan. Melalui APP Lotim ini, turut melakukan pengawasan. Ditegaskan, jika ada penambang yang melakukan penambangan tidak sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku penambang siap diberikan teguran keras hingga penutupan tambang. (rus)