HBY Berhasil Letakkan Pondasi Ekonomi, Karakter Masyarakat dan Lingkungan Jadi PR AKJ Syah

0
Kemunculan pusat – pusat perbelanjaan dan tempat tongkrongan menjadi salah satu tanda kemajuan ekonomi warga Dompu. Pertumbuhan ekonomi Dompu masih didominasi oleh sektor pertanian dan program jagung yang cukup banyak memberikan sumbangsih atas perputaran uang. Bolly Departemen Store sebagai salah pusat perbelanjaan di Dompu.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kepemimpinan di Kabupaten Dompu akan segera beralih dari Drs H Bambang M Yasin – Arifuddin, SH ke Kader Jaelani – H Syahrul Parsan, ST, MT sebagai Bupati dan wakil Bupati Dompu hasil Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu. Ada perubahan pertumbuhan secara signifikan tentang sosial ekonomi, tapi juga banyak pekerjaan yang harus dioptimalkan kepemimpinan ke depan.

“Yang paling mengganggu pikiran dan perasaan saya sekarang adalah karakter masyarakat, terutama dalam hal syiar agama. Kalau kita baca di media sosial, ada hal – hal kriminal di sekitar kita seperti pencabulan, narkoba. Ini kan hal – hal yang sebenarnya sangat mengganggu, sangat tidak produktiflah untuk membuat masyarakat lebih maju, bisa lebih religius. Terutama narkoba. Ketika seseorang kecanduan narkoba, ya semua akan terganggu. Orang sudah tidak bisa lagi diajak diskusi, tidak bisa diajak bicara dengan etika dan kesopanan. Itu juga yang menjadikan tantangan buat kita kedepan,” kata Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin yang akan memasuki masa purna tugas 17 Februari 2021 mendatang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Drs H Bambang M Yasin.(Suara NTB/ist)

Masalah lingkungan terutama kebersihan juga menjadi bagian yang jadi catatan di akhir kepemimpinan HBY – Arif. Selain kebiasaan buang sampah pada tempatnya, standar kebersihan sebagian warga juga masih rendah. Bahkan di kantor – kantor pemerintah dan tempat layanan umum yang belum memperlihatkan pola hidup bersih. “Saya merasa standar kebersihan kita di Dompu kelihatannya masih sangat rendah. Jadi yang harus kita perhatikan kedepan membangun kepedulian, membangun standar kehidupan sehari – hari,” terangnya.

Berbagai catatan yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kepemimpinan Dompu kedepan, H Bambang oleh banyak orang sebagai pemimpin yang sudah meletakkan pondasi pertama masalah perekonomian. Bila dibandingkan 5 – 10 tahun lalu dengan saat ini sudah cukup jauh perbedaannya. Kini banyak orang Dompu membuka usaha mandiri. Rumah – rumah sudah berubah, dari rumah tinggal kini menjadi rumah toko, dan rumah kantor. “Ya kita harus hargai ini dan kita apresiasi masyarakat kita. Dan kita dukung bahwa mereka melihat peluang bisnis di tengah kehidupan masing – masing,” katanya.

Upaya mandiri masyarakat dalam membangun usaha juga dinilai sebagai bentuk dukungan untuk pembangunan dan pemerintahan. Karena telah memindahkan tanggungjawab sosial ekonomi yang menjadi beban pemerintah ke pundak masyarakat.

Namun kebanyakan masyarakat Dompu tidak memiliki tabungan. Ketika kepala keluarga tidak bekerja, itu akan sangat dirasakan dampaknya bagi kondisi ekonomi keluarga. Karenanya, H Bambang mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan langsung tunai bagi keluarga yang terdampak Covid-19.

“Kalau ada orang kota yang terpaksa isolasi mandiri, di situ saat yang tepat pemerintah memberi bantuan yang cukup. Kalau di pulau jawa sekarang dikhawatirkan RS akan penuh, apa yang saya sampaikan ini bisa menjadi opsi, bisa menjadi pilihan,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, angka kemiskinan di Kabupaten Dompu berdasarkan data BPS tahun 2020 menyisakan 12,25 persen kondisi tahun 2019 atau terendah ketiga setelah Kota Bima dan Kota Mataram. Kemiskinan di Dompu masih berada di bawah rata – rata Provinsi NTB 14,56 persen. Penurunan kemiskinan Dompu tahun 2019 hanya 0,15 persen dari kondisi 2018 sebesar 12,40 persen, salah satunya karena semakin tingginya standar garis kemiskinan dari Rp284.188,- menjadi Rp328.740,- per kapita per bulan.

Pada awal kepemimpinan Drs H Bambang M Yasin pada Oktober 2010, kemiskinan di Dompu untuk kondisi tahun 2010 berada di 19an persen. Kemiskinan yang cukup tinggi dan geliat ekonomi masyarakat yang masih cukup rendah. Kini geliat ekonomi masyarakat Dompu semakin maju dan berkembang. Banyak rumah – rumah di pinggir jalan sudah berubah menjadi toko dan kios. Usaha – usaha kecil menengah bermunculan dan berkembang. Perumahan warga juga sudah banyak berubah menjadi rumah semi permanen dan rumah permanen.

“Ada perubahan, pertumbuhan secara signifikan tentang sosial ekonomi. Kita harus obyektif juga melihat. Saya bukan malaikan. Jadi pekerjaan – pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan, masih lebih banyak,” katanya. (ula/*)

Tiitle Ads