2021, Proyek Percepatan Jalan Ditargetkan Rampung 70 Persen

H. Sahdan (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB terus berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan proyek percepatan jalan tahun jamak yang dialokasikan anggaran sebesar Rp750 miliar. Tahun 2021 ini, Pemprov melalui Dinas PUPR NTB menargetkan proyek percepatan jalan rampung sebesar 70 persen.

“Waktunya semakin habis. Kita akan menuju finish. Tahun 2022 sudah mau nyeberang. Dengan beban pekerjaan kayak begini, kita terus pacu. Tahun ini kita harapkan 70 persen progres fisiknya tuntas tahun ini. Outputnya 70 persen,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 27 Mei 2021.

Iklan

Dengan anggaran sebesar Rp750 miliar, sebanyak 16 paket proyek percepatan jalan tahun jamak yang akan ditangani hingga 2022 mendatang. Sebagian besar di Pulau Sumbawa dan ada beberapa paket di Pulau Lombok. Di Pulau Sumbawa ada beberapa jembatan putus yang akan diperbaiki, termasuk perbaikan jalannya menjadi satu paket.

Sedangkan di Pulau Lombok, ada tiga jembatan yang akan diperbaiki. Yaitu, jembatan Karang Sukun dekat Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram, jembatan Songak dan jembatan Korleko Lombok Timur. Tiga paket jembatan yang ditangani di Pulau Lombok ini akan dilakukan pelebaran. Seperti jembatan yang berada di Korleko, posisinya terlalu rendah. Sehingga akan dibangun lebih tinggi, supaya orang aman melewati jembatan provinsi tersebut.

Sahdan mengaku tidak ada kendala serius yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek percepatan jalan tersebut. Sehingga, ia optimis, proyek ini akan tuntas pertengahan 2022 mendatang.

“Sementara ndak ada.  Kalau pekerrjaan jalan ini, tidak ada ketergantungan kayak bangun gedung. Sehingga, pembangunannya Insya Allah lancar,” ucapnya.

Dengan luas wilayah 20.153,15 km2, NTB memiliki jalan provinsi sepanjang 1.484,43 km. Terdiri atas jalan provinsi di Pulau Lombok sepanjang 528,26 km dan di Pulau Sumbawa sepanjang 956,27 km. Tingkat kemantapan jalan provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen.

Masih terdapat 242,71 km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 km, jalan kerikil sepanjang 28,76 km, jalan tanah sepanjang 35,92 km serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 km. Selain itu, masih terdapat 138 unit jembatan dengan total panjang 4.371 meter  yang berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional