2021, DAK Infrastruktur Jalan untuk Pemprov NTB Turun

H. Sahdan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Perolehan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang infrastruktur jalan untuk Pemprov NTB pada 2021 mendatang turun cukup signifikan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB menyebutkan DAK Fisik bidang jalan yang diperoleh cuma Rp49 miliar.

“DAK Jalan turun, dari Rp63 miliar menjadi Rp49 miliar,” kata Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Dengan perolehan DAK Fisik Infrastuktur jalan sebesar itu, maka hanya ada sekitar tiga sampai empat paket perbaikan jalan provinsi yang bisa ditangani. Namun, Sahdan memastikan tiga sampai empat paket proyek DAK Fisik Infrastruktur Jalan tersebut ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Di Lombok ada, Pulau Sumbawa juga ada. Tiga atau empat paketnya. Kita belum fix-kan paketnya,” terangnya.

Sementara, untuk DAK Fisik bidang Sumber Daya Air (SDA), pada 2021 mendatang terjadi peningkatan. Ia menyebutkan, Pemprov mendapatkan DAK Fisik bidang SDA sebesar Rp35 miliar. “Dari Rp13 miliar menjadi Rp35 miliar,” sebutnya.

Berdasarkan data Pemprov NTB, sepanjang 242,71 km jalan provinsi dalam kondisi tidak mantap. Selain itu, 138 unit jembatan sepanjang 4.371 meter berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun.

Untuk penanganan ratusan kilometer jalan dan 138 jembatan provinsi tersebut, Pemprov telah menyiapkan anggaran percepatan jalan tahun jamak 2020-2022 sebesar Rp750 miliar. Dan masih membutuhkan dukungan angaran dari Pemerintah Pusat dalam bentuk DAK Fisik bidang Jalan.

NTB  memiliki jalan provinsi sepanjang 1.484,43 Km. Terdiri atas jalan provinsi di Pulau Lombok sepanjang 528,26 Km dan di Pulau Sumbawa sepanjang 956,27 Km.

Tingkat kemantapan jalan provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen. Masih terdapat 242,71 Km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 Km, jalan kerikil sepanjang 28,76 Km, jalan tanah sepanjang 35,92 Km serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 Km. (nas)