2021, Bupati Dompu Janji Aspal Jalan Kemudi

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin saat menerima massa aksi dari Lembaga Samudra yang menuntut pengaspalan jalan Kemudi, Senin, 6 Juli 2020.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Setelah puluhan tahun luput dari perhatian, pengaspalan jalan setapak menuju Dusun Kemudi Desa Rababaka, menemukan titik terang. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin berjanji mengeksekusi program tersebut 2021 mendatang. Hal itu disampaikannya saat menerima massa aksi dari Lembaga Samudra di Gedung DPRD, Senin, 6 Juli 2020.

Kendati saat pengaspalan jalan ini dirinya sudah tidak lagi memegang jabatan, namun sebagai bentuk komitmennya dalam mewujudkan aspirasi masyarakat program tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan APBDP pada November mendatang. Sehingga dapat dipastikan terealisasi sesuai harapan bersama. “Tuntutan kalian masalah jalan tetap kami kerjakan di 2021,” tegasnya.

Iklan

Pengaspalan jalan setapak, menurut Bupati, bukanlah satu-satunya hal yang dibutuhkan masyarakat Kemudi. Tetapi masih banyak fasilitas penunjang lain yang mesti diperhatikan untuk peningkatan ekonomi mereka. Karenanya, tawaran lain yang bisa direnungi kembali sebelum program ini betul-betul dieksekusi yakni pemindahan penduduk. Tepatnya berdekatan dengan akses jalan yang sudah terbangun untuk proyek bendungan rababaka komplek.

Selain bersedia mengupayakan lahan, pemerintah akan membangunkan rumah layaknya pemindahan warga Tanju yang terimbas pembangunan bendungan beberapa tahun lalu. “Apa yang saya tawarkan ini bisa jadi renungan, jadi bahan diskusi bersama tokoh-tokoh tua di sana,” harapnya.

Ketua DPRD Dompu Andi Bahtiar yang turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut memilih menunggu usulan dari Dinas PU terkait rencana pengaspalan jalan ini. Jika itu diusulkan dan telah disepakati bersama dalam pembahasan APBD Perubahan, ia mayakinkan siapapun Bupati terpilih 2021 mendatang wajib hukumnya mengeksekusinya. “Kita bersama badan anggaran akan menunggu teman-teman PU mengusulkan perbaikan jalan dalam pembahasan APBD perubahan,” terangya.

Dalam aksi yang digelar Lembaga Samudra ini, warga menuntut pemerintah daerah segera melakukan pengaspalan. Karena dengan kondisinya sekarang tak sedikit warga atau pendatang yang masuk ke dusun terpencil ini mengalami kecelakaan, bahkan sampai menelan korban jiwa maupun luka-luka. Fakta tersebut sudah kerap kali disuarakan namun tak pernah ada perhatian serius dari pemangku kebijakan. “Makanya kami turun sekarang agar para pihak segera mengambil sikap atas persoalan yang sudah puluhan tahun dialami masyarakat,” ungkap Ketua Umum Samudra, Hendra, S. Pd., menjawab Suara NTB. (jun)

  Antisipasi Anjloknya Harga Jagung, Ini Permintaan Bupati Dompu Kepada Petani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here