Perpustakaan Loteng Berharap Pandemi Segera Berakhir

0
Suasana ruang baca Perpustakaan Loteng yang mengedepankan kenyamanan dan keamanan para pengunjungnya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Tengah (Loteng) berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kunjungan ke Perpustakaan dan Kearsipan Loteng, baik dari segi pelayanan hingga jumlah. Dari sisi pelayanan, petugas harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan, baik menggunakan sabun atau hand sanitizer.

‘’Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu, sehingga kenangan indah itu bisa kita hidupkan kembali dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,’’ ujar Kepala Bidang Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Loteng L. Abdul Azim saat diskusi virtual yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, Senin, 14 Desember 2020.

Dalam memberikan pelayanan, ujarnya, pihaknya berusaha menjamu para pengunjung dengan sebaik-baiknya. Bahkan, pengunjung yang datang ke Perpustakaan Loteng seperti dimanjakan dengan suasana yang nyaman dan aman, bahkan seperti suasana di hotel bintang 4. Dicontohkannya, di pintu masuk pengunjung, ada 4 mesin pendingin yang bisa memberikan kesejukan bagi pengunjung saat masuk.

Begitu juga masalah kebersihan di perpustakaan, ujarnya, cukup terjamin. Pihaknya menggunakan tenaga outsourching. Saat ada sampah, petugasnya langsung membersihkan. ‘’Kebersihan ruang layanan, kamar kecil dan ruang kerja, mirip-mirip kamar hotel,’’ klaimnya.

Begini jaminan keamanan bagi pengunjung jadi prioritas. Pihaknya juga menggunakan tenaga outsourching  Pengalaman beberapa tahun lalu, ungkapnya, ada pengunjung yang kehilangan barang, telepon genggam, sepeda motor menjadikan pihaknya untuk memperketat pengamanan.

Dari pengalaman itu menjadikan pihaknya berupaya memperketat pengamanan masuk di perpustakaan, sehingga pengunjung nyaman dan aman saat masuk ke perpustakaan tanpa harus memikirkan barang atau kendaraannya hilang.

Pada bagian lain diakuinya, layanan di perpustakaan bisa membuat anak-anak betah dan ingin kembali datang ke perpustakaan. Hal ini, ujarnya, bisa dilihat saat anak-anak yang mengajak orang tuanya kembali datang ke perpustakaan untuk membaca atau mengikuti kegiatan yang digelar perpustakaan. Menurutnya, hal seperti ini cukup bagus, karena bisa mengurangi anak-anak bermain gawai (smartphone) dan dampak negatifnya. Namun, adanya Covid-19 membuat sejumlah kegiatan ini tidak seperti saat normal. ‘’Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu,’’ harapnya.

Selain itu, tambahnya, keberadaan perpustakaan yang berada di pusat kota Praya dijadikan sebagai tempat bertemu, baik oleh siswa, mahasiswa maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Mereka menjadikan perpustakaan sebagai tempat untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru atau dosen mereka. (ham)