Kabupaten Bima Usulkan 488 Honorer Jadi PPPK

0
Abdurrahman. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Sebanyak 488 honorer ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima yang lulus seleksi tahun 2019 kemarin telah diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah, Didikan dan Latihan (BKD dan Litbang) Kabupaten Bima, Abdurrahman S.Sos, mengaku ratusan honorer yang sudah diusulkan ke Kemenpan RB itu, yang dinyatakan lulus passing grade pada seleksi tahap pertama 2019 lalu.

“Sebanyak 488 yang dinyatakan lolos pasing grade pada seleksi tahap pertama 2019 lalu diupayakan akan diangkat semua pada Desember ini,” katanya, Selasa, 15 Desember 2020.

Lebih lanjut Ia mengatakan, 488 honorer yang diusulkan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni kategori tenaga pendidik (guru) sebanyak 406 orang, kemudian tenaga penyuluh sebanyak 73 orang serta tenaga kesehatan sembilan orang. “Yang diusulkan kebanyakan adalah tenaga pendidik (guru),” katanya.

Abdurrahman mengaku proses pengusulan tersebut sebagian sudah disetujui oleh Kemenpan RB. Sedangkan sisanya akan setujui serta ditetapkan dalam bulan Desember ini, sekaligus diusulkan pemberkasan untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP). “Yang jelas 488 honorer yang lulus passing grade ini diangkat sebagai PPPK pada Bulan Desember ini,” ujarnya.

Pada tahun 2021 mendatang, lanjutnya Pemkab Bima akan mengusulkan formasi yang lebih banyak untuk kebutuhan guru. Hal ini adanya kebijakan pusat yang memberi kuota 1 juta lebih untuk PPPK seluruh Indonesia.

“Yang bisa mendaftar adalah honorer database BKN, memiliki NUPTK sesuai data dapodik serta mempunyai sertifikat PPG,” jelasnya.

Abdurrahman menambahkan tenaga guru di Kabupaten Bima masih sangat kurang sekitar 2.311 orang. Angka itu belum dikurangi 163 CPNS yang lulus kemarin dan ditambah 406 PPPK, sehingga tersisa kini sebanyak 1.742 formasi. “Kita masih butuh 597 tenaga pendidik (guru) sekolah, yang baru terpenuhi 141 orang sehingga yang masih dibutuhkan 456 orang. Kita usahakan terpenuhi tahun 2021 dan 2022,” pungkasnya. (uki)