185 PNS di Dompu Akhirnya Terima SK

0
PNS Formasi tahun 2018 saat menerima SK di Kantor BKD dan PSDM Kabupaten Dompu, Kamis, 12 November 2020.(Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Sebanyak 185 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk formasi tahun 2018, akhirnya menerima SK pengangkatan mereka dari BKD dan PSDM Kabupaten Dompu, Kamis, 12 November 2020. Penyerahan SK dengan TMT 1 Agustus 2020 ini, terbilang lamban jika dibanding Kabupaten/Kota lain di NTB. Lamanya proses pencetakan serta terpaparnya Bupati oleh Covid-19, dianggap pemicu utama.

Kepala BKD dan PSDM Dompu, Ir. Ruslan kepada wartawan disela pembekalan ratusan PNS menegaskan, penyerahan SK ini bukan didasari desakan PNS beberapa waktu lalu. Tetapi memang prosesnya cukup panjang, sehingga tidak bisa langsung diberikan.

SK baru selesai dicetak sekitar akhir September lalu, kemudian dilimpahkan ke Bupati untuk penandatanganan. Namun karena orang nomor satu di daerah tersebut harus menjalani isolasi setelah terpapar Covid-19, SK-nya lantas mengendap di meja Bupati. “Karena ada upaya, Pak Bupati akhirnya berbesar hati. SK ini ditandatangani di tempat tidur saat beliau dalam tahap pemulihan,” ungkapnya.

Ditegaskan, tidak ada niatan pihaknya untuk menahan SK PNS. Pun tidak ada keuntungan baginya lantaran PNS yang prajab tahun 2020 itu tidak menutup kemungkinan anak dari keluarga atau teman-teman bergaul. Sehingga harus tetap dilayani dengan baik sesuai prosedur yang ada.

Disinggung kejelasan gaji serta tunjangan PNS selama SK terparkir, Ruslan tak berani memastikan. Apakah dibayar dengan sistim rapel atau mulai dihitung semenjak mereka menerima SK. “Nanti itu di DPKAD yang tahu porsi selaku bendahara umum KAS daerah,” ujarnya.

Semenjak dinyatakan lulus sebagai PNS untuk formasi tahun 2018 lalu, belum ada satupun yang menyatakan diri mundur dengan berbagai pertimbangan. Sebagian besar dari tenaga teknis dan guru ini, masih tetap bertahan dan akan menerima SK hari ini (kemarin). “Untuk PNS formasi 2018, paling banyak yang direkrut kemarin itu tenaga teknis dan guru, baru kemudian disusul perawat dan,” pungkasnya. (jun)