DPRD Soroti Proyek Kritis di Lobar

0

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan DPRD Lombok Barat (Lobar) menyoroti sejumlah proyek kritis akibat progresnya tak mencapai target. Bahkan, Dewan meragukan proyek-proyek tersebut bisa tuntas tepat waktu. Salah satunya proyek kantor pelayanan Dukcapil Lobar.

“Kalau saya lihat progresnya (kantor Dukcapil) setiap hari karena sering lewat, kayaknya ndak bisa selesai tepat waktu,,” ungkap Ketua DPRD Lobar, Hj Nurhidayah yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 11 November 2020. Bangunan senilai Rp7,1 miliar itu belum selesai terbagun lantai duanya. Ditambah saat ini kondisi musim penghujan memperburuk, sedangkan proyek itu menyisakan waktu dua bulan. “Kecuali bangunannya sudah jadi, tinggal finishing, interior dan sebagainya, baru mungkin bisa tertutupi progres yang dua bulan,” jelasnya.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar sebagai PPK untuk mendorong rekanan mempercepat pengerjaan. Agar bisa selesai tepat waktu. Sekalipun tak selesai hingga akhir kontrak, maka sesuai aturan, rekanan harus disanksi. “Kalaupun tidak selesai ada aturan kontrak, itu bisa kena denda,” ujarnya.

Diakuinya untuk mencegah proyek telat seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ia sering menyampaikan kepada Pemkab untuk lebih awal pengerjaan untuk  tender proyek skala besar. Bahkan bisa dikerjakan sejak awal tahun dimulai proses dan perencanaan dimulai satu tahun sebelumnya.

Pihaknya tidak menginginkan kejadian proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mangkrak pada tahun lalu terulang kembali. Ia meminta Pemkab belajar dari pengalaman itu jangan sampai terulang. “Belajarlah dari pengalaman,” ucapnya. Meski demikian, ia sudah meminta kepada ketua Komisi dan koordinator komisi III DPRD untuk turun ke proyek yang devisasinya masih minus.

Selain proyek gedung kantor Dukcapil, terdapat beberapa proyek yang progresnya belum capai terget. Di antaranya Puskesmas Dasan Tapen, dua titik penataan kawasan pariwisata Senggigi, proyek jalan Pelangan-Batu Putih dan IGD RSUD Awet Muda. Namun Ia tetap meyakini selain kantor Dukcapil, pengerjaannya bisa selesi tepat waktu. Kalau RSUD Awet Muda, dia yakin selesai akhir tahun, karena bangunannya sudah jadi. ‘’Yang paling meragukan saya yang di Dukcapil ini,” pungkasnya.

Kepala dinas PUPR Lobar, Made Arthadana mengakui untuk Dinas PU ada beberapa titik yang tak mencapai target yakni Dukcapil dan Killa Senggigi. Sesuai dengan jadwal waktu pelaksanaan proyek mengacu kontrak rata-rata selesai tanggal 26 Desember. Sehingga masih ada waktu satu setengah bulan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Pihaknya pun berupaya maksimal di sisa waktu yang ada. “Kita target tanggal 20 Desember sudah bisa PHO,” tukas dia. Pihaknya pun sudah membuat langkah taktis untuk percepatan penanganan terhadap proyek yang rawan molor. “Kami sudah melakukan rapat teknis percepatan dengan rekanan. Dan kita maksimalkan pengendalian dan pengawasan di lapangan sinergi dengan rekanan,” tukas dia. (her)