Menurun, Permintaan Benih Lobster dari Vietnam

Mataram (Suara NTB) – Permintaan benih lobster dari negara Vietnam mengalami penurunan harga pembelian. Meski demikian, rantai pemasaran benih lobster ini masih stabil dan cukup membantu di tengah pandemi corona. Badai yang menghantam wilayah vitenam belum lama ini telah merusak fasilitas budidaya lobter di Vietnam.

Akibatnya, permintaan benih bening lobster cukup berpengaruh bagi para penangkap di Lombok. Hal ini seperti dikemukakan Ketua Asosiasi Lobster Lombok atau Lombok Lobster Asosiation (LLA), Muhanan SH. “Saya liat sedang agak kacau sekarang apa – apa ini. Karena badai yang melandai sebagian Vietnam, proyeksinya apakah tidak ada permintaan, atau akan naik signifikan setelah kondisi normal dan keramba-keramba pembudidaya lobster di Vietnam sudah diperbaiki,” katanya kepada Suara NTB, Rabu, 4 November 2020.

Sejumlah perusahaan pembeli juga disebut berhenti sementara. Kemungkinan karena persaingan yang berat antar para “pemain” benih lobter yang telah diberikan izin oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan Perikanan. “Dari lebih 20 perusahaan itu, sekarang sekitar 5 atau 6 yang masih bertahan melakukan pembelian benih lobster,” kata Muhanan.

Meski begitu, menurutnya jauh lebih tertib. Sebelumnya, banyaknya pengepul benih lobster membuat nelayan di tingkat bawah kebingungan. Terjadi persaingan yang tidak sehat. Bahkan ada 13 perusahaan yang diberikan sanksi oleh Kementerian Kelautan Perikanan karena dugaan tidak fair. “Misalnya, dalam Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) tertulis 150 ekor, isi rilnya di dalam kemasan bisa 300 ekor. Sehingga perusahaan yang bersangkutan tidak dibolehkan dulu menjalankan usahanya,” jelas Muhanan.

Saat permintaan dari Vietnam menurun, harga pembelian juga mengikuti. Fluktuatif. Mengalami pasang surut harga, kisaran Rp1.000/ekor sampai Rp2.000/ekor. Setelah dibukanya keran ekspor benih lobster oleh Kementerian Kelautan Perikanan, nelayan penangkap sangat antusias. Bahkan tidak sedikit yang beralih profesi. Misalnya yang tadinya hanya ojek, beralih menjadi penangkap lobster.

Pasarnya masih terbuka, kata Muhanan. Benih-benih lobster yang tersedia di perairan wilayah selatan, Lombok dan NTB menurutnya memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Terutama di masa pandemi Covid-19 ini. “Karena itu penangkap benih lobster sangat berharap juga semua secepatnya kembali normal,” demikian Muhanan.

Terpisah, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram, Suprayogi tak menampikkan terjadinya penurunan permintaan dari Vietnam. Akibat berbagai permasalahan yang dihadapi negara tujuan utama ekspor lobster itu. Selain itu, benih lobster yang diterima di Vietnam tidak saja dari Lombok. Ada beberapa daerah lainnya di Indonesia yang juga menyediakan benih lobster. Termasuk dari beberapa negara lainnya. (bul)

perbakin



Digital Interaktif.

Edisi 1 Januari 1970

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform...

0
Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem UMKM Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menginisiasi kerja sama Layanan Digital...

Latest Posts

Bangun Digital Payment Ekosistem UMKM, BRI Jalin Kerjasama Layanan Pada Platform AYO SRC

Yogyakarta (suarantb.com) – Dalam rangka memperkuat dan membangun ekosistem...

80 Mahasiswa Pertukaran Dalam Negeri Belajar di Unisma

Malang (suarantb.com) Universitas Islam Malang menyambut sebanyak 80 mahasiswa...

Bulog Gelontorkan 650 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Jakarta (suarantb.com)–Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya...

Investasi Semakin Mudah, BRI Hadirkan Fitur Pembelian SBN di BRImo

Jakarta (suarantb.com)– Aplikasi Super Apps Digital Banking BRImo milik...

Bupati Dompu Minta Pelaksanaan MTQ Dievaluasi

Dompu (Suara NTB) - Bupati Dompu, H. Kader Jaelani...