Cegah Radikalisme, Unram – BNPT Sepakati Pencegahan di Lingkungan Kampus

0
Unram dan BNPT berkomitmen melakukan pencegahan radikalisme di lingkungan kampus. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB menyepakati komitmen bersama dalam mencegah berkembangnya radikalisme di lingkungan kampus Unram.

Melalui kegiatan Dialog Pelibatan Civitas Akademika Dalam Pencegahan Terorisme di Gedung Dome Unram, Senin, 2 November 2020, Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum., berharap mampu menyatukan komitmen bersama dalam melawan segala bentuk tindakan radikalisme di lingkungan kampus Unram.

Berdasarkan UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, ujarnya, disebutkan tujuan Pendidikan Tinggi adalah untuk mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

“Serta untuk menghasilkan lulusan yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa,” sambungnya.

Prof. Husni mengatakan saat ini perguruan tinggi senantiasa dituntut untuk memberikan pendidikan yang berkualitas. Hal ini bertujuan untuk menjawab tuntutan masyarakat agar perguruan tinggi mampu berkontribusi positif dalam rangka menghasilkan sumbangsih untuk membangun bangsa dan negara.

“Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini karena memiliki tujuan untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam menghadapi ancaman, tantangan, hambatan maupun gangguan yang mungkin terjadi termasuk terorisme  di dalamnya,” tuturnya.

Komitmen bersama melawan radikalisme sejalan dengan visi Unram untuk melaksanakan proses pendidikan tinggi berstandar mutu nasional dan internasional berbasis riset yang kuat dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, memiliki kompetensi dalam bidangnya dan berwawasan global.

“Melalui kegiatan dialog ini kami berharap dapat diperoleh hasil positif, sehingga kita semua menjadi lebih cinta tanah air dan mampu melindungi diri dari ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” harapnya.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTB Dr. H. Lalu Syafi’i mengatakan kebanyakan para pelaku teror adalah orang-orang yang menentang pemerintahan Republik Indonesia. Mereka menolak pemerintahan yang sah dan tidak mau ikut berpartisipasi dalam aktivitas pemerintahan untuk membangun bangsa dan masyarakat.

“Mereka tidak mau ikut upacara bendera, tidak mengakui Pancasila, hingga tidak menganggap Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemerintah yang sah,” jelasnya.

Hal itu mengakibatkan para pelaku terorisme melakukan aksi-aksi kekerasan untuk mencapai visi mereka, sehingga kerap kali meresahkan masyarakat. Oleh karena itu menurutnya, Unram sebagai lembaga pendidikan memiliki peran vital dalam menangkal bibit-bibit pemahaman terorisme di lingkungan kampus, mengingat para pelaku terorisme banyak berasal dari kalangan pemuda.

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I., mengaku BNPT sangat senang dapat merekatkan silaturahmi dan berkumpul bersama civitas akademika Unram dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman terorisme yang mengganggu keamanan dan perdamaian bangsa.

Dia menjelaskan bahwa aktivitas kelompok teroris dengan aksi dan ancaman kekerasannya kerap menghantui kedamaian masyarakat. Menurutnya, tidak ada strategi tunggal karena kelompok teror selalu bergerak dinamis dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan strategis, baik lokal, nasional maupun global. (dys)